Presiden Diminta Segera Panggil Pimpinan KPK

Presiden Diminta Segera Panggil Pimpinan KPK
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 13 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
/ AB Sabtu, 14 September 2019 | 07:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar hukum tata negara dan hukum pemerintahan Juanda mengatakan langkah pimpinan KPK mengembalikan tanggung jawab kepada presiden harus disikapi dengan pemanggilan terhadap seluruh pimpinan KPK.

"Presiden harus memanggil komisioner KPK yang masih ada, kecuali yang sudah mengundurkan diri. Presiden harus memberikan ketegasan bahwa KPK tetap harus berfungsi seperti biasa," kata Juanda saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/9/2019) malam.

Apabila komisioner KPK yang ada tetap tidak mau bekerja dan memilih mengundurkan diri, maka komisioner KPK periode 2019-2023 bisa segera dilantik atau diangkat pelaksana tugas pimpinan KPK.

Menurutnya, meski pimpinan mengembalikan mandat pengelolaan KPK, segala fungsi dan wewenang pemberantasan korupsi tetap menjadi tanggung jawab presiden.

Langkah pimpinan lanjutnya, KPK, bisa dinilai sebagai bentuk protes karena tidak dilibatkan dalam pembahasan revisi UU KPK, sekalgus mendesak presiden melakukan pembenahan.

"Sebenarnya pengembalian mandat tidak boleh terjadi. Kalau komisioner menganggap tidak mampu bekerja lagi dengan kondisi seperti sekarang ini, kenapa tidak mundur, biar jelas sikap yang diambil daripada mengambang seperti ini," jelasnya.



Sumber: ANTARA