Penanganan Karhutla

Wakapolri: Jangan Hanya Pemadaman dan Penegakan Hukum

Wakapolri: Jangan Hanya Pemadaman dan Penegakan Hukum
Wakapolri Komjen Pol Ari Dono didampingi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mencoba peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Jumat (13/9/2019)  ( Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Sabtu, 14 September 2019 | 09:47 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Wakapolri Komjen Pol Ari Dono mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat ini sudah menjadi perhatian nasional maupun dunia internasional. Upaya penanganan dan pemadaman masih terus dilakukan secara maksimal.

Oleh sebab itu penanganan Karhutla jangan hanya pemadaman dan penegakan hukum saja yang dilakukan, tetapi juga harus dilakukan edukasi dampak pembakaran lahan kepada semua elemen masyarakat.

Hal itu dikatakan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono saat melihat dan berdialog dengan petugas yang tergabung dalam Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (13/9/2019)

Ari Dono mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi kepada semua seluruh masyarakat khususnya komunitas pemerhati kebakaran dalam hal penyediaan peralatan saarana dan prasarana yang dibutuhkan. Karena masyarakat sudah berswadaya sendiri, dan dengan keinginan sendiri untuk membantu orang lain agar terlepas dari bencana Karhutla.

Menurut Ari Dono bencana kebakaran hutan dan lahan bukan hanya isu lokal ataupun nasional, tetapi sudah menjadi isu internasional. Selanjutnya dari hasil tinjauan ke wilayah Kalbar diketahui bahwa penaganganan Karhutla di Kalbar sudah dilakukan dengan sangat maksimal.

"Di mana penanganannnya sudah dilakukan dengan sangat baik mulai dari upaya preventif hingga aspek penegakan hukum," ujar Wakapolri Ari Dono.

Jadi masalah Karhutla tidak hanya bicara tentang upaya pemadaman api dan penegakan hukum. Namun yang harus dilakukan adalah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap proses membuka lahan dan efek yang disebabkan akibat membakar lahan.

Sebelumnya Kapolda Kalba Irjen Pol Didi Haryono melaporkan sudah ada 52 kasus yang sedang diproses, dari sejumlah kasus itu dua di antaranya merupakan perusahaan atau korporasi.

Ia menambahkan, walaupun kasus yang sedang ditangani Polda Kalbar didominasi oleh perorangan, namun tidak menutup kemungkinan bisa berkaitan dengan korporasi. Dikatakan demikian karena proses penyidikan dan pengembangan masih terus dilakukan.



Sumber: Suara Pembaruan