Menteri LHK: Penegakan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Lahan Telah Dilakukan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Konsesi Restorasi Ekosistem WWF Disegel

Menteri LHK: Penegakan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Lahan Telah Dilakukan

Minggu, 15 September 2019 | 13:45 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar menegaskan, sanksi hukum diberikan kepada siapa pun yang terbukti bersalah dalam kaitan kebakaran hutan atau lahan (karhutla) sebagai langkah penegakan hukum (law enforcement). Sikap tegas dalam penegakkan hukum selama 5 tahun ini telah membuahkan hasil. Jika masih ada yang membandel pasti ditindak.

“Melihat persoalan kebakaran hutan dan lahan atau saya lebih suka menyebutnya kebakaran bentang alam atau lansekap atau landscape fire itu tidak bisa dari jauh, me-reka-reka, harus tau betul kondisi lapangan, mengapa ? Karena landscape itu bercirikan waktu dan tempat yang selalu berubah dan sangat berpengaruh membentuknya, serta interaksi antara time and space itu dalam bentuk sosio-kultural”. Tidak bisa secara linier orang mengatakan apalagi menuding soal adanya kelemahan law enforcement,” ujar Siti Nurbaya, Sabtu (14/9/2019) malam.

Penegasan Menteri Siti ini merespons pandangan yang muncul di ruang publik baik nasional maupun internasional berkenaan dengan menguatnya intensitas hotspots di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan terutama Kalimantan Tengah.

Demikian pula muncul berbagai hypotheses termasuk hal-hal yang bersifat common sense dilontarkan ke ruang publik termasuk tudingan bahwa kebakaran Sumatera karena okupasi ilegal, korupsi dan rendahnya law enforcement.

Dijelaskan Siti Nurbaya, law enforcement merupakan bagian penting dalam bangunan konsep penanganan landcsape fire di Indonesia selain dari tata kelola kawasan sebagai pencegahan serta livelihood masyarakat, akses bagi masyarakat untuk sejahtera.

Selain law enforcement yang sudah berjalan selama 5 tahun terakhir ini, hal yang penting juga adalah tata kelola termasuk oleh para pemegang izin. “Ini merupakan aspek penting,” katanya.

Dicontohkan, misalnya pada izin Restorasi Ekosistem yang diberikan kepada WWF sebagai pemegang izin yang ternyata juga mengalani kebakaran berulang di wilayah konsesi izin tersebut.

Disegel

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Jumat (13/9) telah mengambil sikap tegas dengan melakukan penyegelan terhadap PT Alam Bukit Tigapuluh (PT ABT), konsesi Restorasi Ekosistem (RE) WWF-Indonesia, yang berlokasi di Provinsi Jambi, karena terbukti areal konsesi tersebut mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Penyegelan tersebut dilakukan oleh KLHK akibat kegagalan perusahaan RE tersebut dalam menangani karhutla di areal konsesinya itu mulai Agustus 2019.

“Berdasarkan daftar perusahaan yang telah disegel hingga hari ini (14 September 2019) akibat karhutla, PT ABT merupakan salah satu dari 42 konsesi yang telah disegel oleh KLHK,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerkian LHK Bambang Hendroyono dalam keterangannya di Jakarta (14/9/2019).

“Karhutla yang terjadi di konsesi PT ABT ini merupakan pengulangan kejadian yang sama pada tahun 2015 lalu, di mana konsesi RE WWF tersebut juga terjadi Karhutla serius” ujarnya.

Sekjen Kementerian LHK juga menjelaskan konsesi PT ABT merupakan areal konsesi RE yang di antaranya bertujuan untuk berperan sebagai zona penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh, yang merupakan bagian utama dari Ekosistem Bukit Tigapuluh seluas seluas 400.000 hektare atau sekitar 6 kali luas DKI Jakarta – yang merupakan salah satu habitat tersisa harimau dan gajah Sumatera yang terancam punah.

“Hingga data per 14 September 2019, konsesi RE WWF tersebut merupakan satu-satunya konsesi restorasi ekosistem yang disegel oleh KLHK akibat Karhutla,” tegas Bambang.

Menurutnya, KLHK telah menyegel 28 konsesi sawit, termasuk konsesi-konsesi milik perusahaan-perusahaan Malaysia dan Singapura, serta 14 konsesi kehutanan, termasuk konsesi RE WWF di dalamnya, karena kasus Karhutla.

Sekjen Kementerian LHK menjelaskan, dari 42 konsesi yang telah disegel itu, mayoritasnya berada di Pulau Kalimantan, yakni sebanyak 34 konsesi. Tercatat 26 konsesi yang disegel di Kalimantan Barat dan 8 konsesi di Kalimantan Tengah. Sementara di Pulau Sumatera, terdapat 5 konsesi yang disegel di Riau, disusul 2 konsesi di Jambi, dan 1 konsesi di Sumatera Selatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rizal Ramli: Perlu Riset untuk Capai Swasembada

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan perlu adanya riset untuk mencapai swasemba pangan di Tanah Air.

NASIONAL | 15 September 2019

Tanggulangi Karhutla di Riau, 5.809 Personel Dikerahkan

BNPB menyatakan bahwa 5.809 personel telah disiagakan guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau.

NASIONAL | 15 September 2019

Kabut Asap, Sejumlah Daerah di Kalteng Liburkan Sekolah

Sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan libur sekolah akibat kondisi kabut asap yang disebabkan karhutla semakin membahayakan kesehatan.

NASIONAL | 15 September 2019

Panglima TNI dan BNPB Menilai Karhutla di Riau Semakin Parah

Panglima TNI dan Kepala BNPB meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau

NASIONAL | 14 September 2019

Kabut Asap, Lion Air Batal Mendarat di Tarakan

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 626 dari Jakarta tujuan Tarakan, Kalimantan Utara pada hari Minggu (15/9/2019) batal mendarat di Bandara Juwata.

NASIONAL | 15 September 2019

Banjarmasin Diliputi Kabut Asap Sejak Pagi

Kabut asap meliputi Kota Banjarmasin dan sekitarnya sejak Minggu (15/9/2019) pagi hingga menjelang siang.

NASIONAL | 15 September 2019

Ratusan Hektare Sawah di Tulangbawang Barat Kekeringan

Ratusan hektare sawah di Tulangbawang Barat, Lampung mengalami kekeringan setelah lebih dari lima bulan tidak diguyur hujan.

NASIONAL | 15 September 2019

Gempa Bumi di Waingapu karena Aktivitas Sesar Aktif

Getaran dirasakan hingga dalam rumah.

NASIONAL | 15 September 2019

Siaga Asap, Puskesmas di Riau Beroperasi 24 Jam

Gubernur Riau juga telah menginstruksikan kepada 15 kabupaten-kota/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan.

NASIONAL | 15 September 2019

Reaksi Berlebihan KPK

Tiga periode beruntun, lima pimpinan KPK tidak bisa bersama menuntaskan jabatan sebagai satu tim.

NASIONAL | 15 September 2019


TAG POPULER

# Vaksinasi Covid-19


# Buruh Meninggal


# Puncak Covid-19


# STRP


# Pengusaha Sumbang Rp 2 Triliun



TERKINI

BPPT: Ekosistem Teknologi Bidang Energi Kunci Keberhasilan Pemanfaatan EBT

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS