Ratusan Penerbangan Lion Air Group Terdampak Kabut Asap

Ratusan Penerbangan Lion Air Group Terdampak Kabut Asap
Kabut asap menyelimuti Jembatan Siak IV di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019). Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera menyatakan hasil pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagian besar daerah di Riau dalam kategori berbahaya karena tercemar asap Karhutla. ( Foto: ANTARA FOTO / FB Anggoro )
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 15 September 2019 | 15:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lion Air Group mencatat sekitar 106 penerbangan pada Minggu (15/9) terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan. Dampak yang ditimbulkan itu, antara lain terhadap 6 penerbangan terpaksa dialihkan pendaratannya, 2 penerbangan return to base (RTB), 6 penerbangan dibatalkan, 74 penerbangan mengalami keterlambatan, dan 18 penerbangan berpotensi mengalami keterlambatan akibat rotasi pesawat.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan, sejumlah penerbangan Lion Air Group mengalami keterlambatan keberangkatan dan kedatangan, kembali ke bandar udara keberangkatan, pengalihan pendaratan, serta melakukan pembatalan penerbangan di beberapa jaringan domestik yang dilayani.

"Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa kabut asap yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat," imbuh Danang dalam keterangannya, Minggu (15/9/2019).

Danang menambahkan, dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya. Beberapa penerbangan yang dibatalkan pada Minggu (15/9), antara lain Wings Air Penerbangan IW-1440 Pontianak (PNK) - Ketapang (KTG), Wings Air Penerbangan IW-1441 Ketapang (KTG) - Pontianak (PNK), Wings Air Penerbangan IW-1375 Palangkaraya (PKY) - Sampit (SMQ), Wings Air Penerbangan IW-1375 Sampit (SMQ) - Pangkalan Bun (PKN), Wings Air Penerbangan IW-1484 Samarinda (AAP) – Berau (BEJ), Wings Air Penerbangan IW-1485 Berau (BEJ) - Samarinda (AAP).

Selain itu, ada pula penerbangan yang dialihkan pendaratannya atau divert, seperti Lion Air Penerbangan JT-626 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Tarakan (TRK) divert Balikpapan (BPN), Lion Air Penerbangan JT-817 Makassar (UPG) – Pontianak (PNK) divert Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Lion Air Penerbangan JT-323 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) - Banjarmasin (BDJ) divert Surabaya (SUB), Lion Air Penerbangan JT-666 Surabaya (SUB) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN), Batik Air Penerbangan ID-7281 Jakarta Halim Perdanakusuma (HLP) - Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN), dan Batik Air Penerbangan ID-6692 Yogyakarta Kulonprogo (YIA) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN).

"Lion Air Group menegaskan bahwa berdasarkan situasi yang terjadi seluruh operasional dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP),” imbuh Danang Mandala.

Lion Air Group sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang atau tamu yang terganggu perjalanannya. Perusahaan juga memfasilitasi kepada penumpang yang akan melakukan proses pengembalian dana ataupun perubahan jadwal keberangkatan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Danang menyebutkan, Lion Air Group akan terus berkoordinasi bersama pihak terkait guna memperoleh perkembangan atau keterangan sesuai situasi terbaru. Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan. "Kami akan meminimalisir dampak yang timbul agar operasional lainnya tidak terganggu,” tandas Danang.



Sumber: BeritaSatu.com