Selamatkan Pohon Langka, IPB dan Alumni Giatkan GNKPLN

Selamatkan Pohon Langka, IPB dan Alumni Giatkan GNKPLN
Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama DPP Himpunan Alumni (HA) IPB menggalakkan Gerakan Nasional Konservasi Pohon Langka Nusantara (GNKPLN). ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Senin, 16 September 2019 | 06:25 WIB

Bogor, Beritasatu - Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama DPP Himpunan Alumni (HA) IPB dan Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop) aktif menggalakkan Gerakan Nasional Konservasi Pohon Langka Nusantara (GNKPLN). Aksi bersama itu dilakukan karena ancaman terhadap pohon langka di Indonesia semakin hari terus meningkat.

Keterangan tertulis DPP HA IPB akhir pekan lalu menyebutkan ada empat ancaman nyata terhadap pohon langka di Indonesia. Empat ancaman itu adalah pemanfaatan berlebihan; habitat tumbuh pohon semakin terdesak akibat perkembangan penduduk dan sempitnya lahan; serta variasi genetik dan kualitas kesehatan pohon yang menurun. Selain itu, regenerasi pohon yang semakin sulit karena sulitnya penyebaran biji dan minimnya satwa yang membantu penyerbukan bunga karena rusaknya lingkungan dan habitat satwa penyebar.

Peluncuran GNKPLN sendiri dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/9) yang dihadiri Rektor IPB Univesity Arif Satria dan Rektor Wageningen University Arthur P.J Mol. Kegiatan itu dilakukan bersamaan dengan Dies Natalis IPB ke-56. Hadir juga Ketua HA IPB Fathan Kamil dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSKL KLHK) Bambang Supriyanto.

Arif mengatakan, upaya penamanam pohon langka nusantara itu merupakan bagian komitmen pihaknya untuk menjadi perguruan tinggi berkelanjutan (sustainable university). "Jadi konservasi pohon langka ini sangat penting untuk biodversitas. Inspirasi itu dari IPB ke dunia,"katanya.

Dia berharap, gerakan hijau itu selain mampu merawat biodiversitas di Indonesia yang beragam, juga membuat kampus IPB menjelma menjadi kampus hijau (green campus).

Ketua HA IPB Fathan Kamil dan Koordinator Nasional Dies Natalis DPP HA IPB Zulhamsyah Imran mengatakan inisiasi GNKPLN ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu sebagai wujud tanggung jawab menjaga ekologi dan keragaman biodiversitas Indonesia.
"Uji coba tahun lalu berhasil. Sebanyak 15 ribu pohon sudah kita tanam,” ujar Fathan.

Tahun ini, lanjutnya, GNKPLN ini akan dilakukan di 20 daerah (titik) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Nusa Tengara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat. Di tiap titik, akan ditanam pohon langka nusantara di lahan seluas 2-10 hektare. Jadi, dalam 2-3 bulan setelahnya diharapkan ada 25-30 ribu pohon langka nusantara yang ditanam.

Direktur Jenderal PSKL KLHK Bambang Supriyanto mengungkapkan GNKPLN oleh IPB dan alumni tersebut sejalan dengan gerakan menaman yang diinisasi KLHK. Adapun beberapa jenis pohon langka yang ditanam itu diantaranya Rasamala (Altingia excelsa Noronha), Eboni/Kayu Hitam (Diospyros celebica), Meranti Palembang (Shorea palembanica), Meranti Merah (Shorea selanica), Ulin/Bulian (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn), Kruing gunung (Dipterocarpus retusus), Merbau (Insia bijuga), dan Takian/hopea (Hopea nigra).



Sumber: Suara Pembaruan