Kembalikan Mandat, Agus Justru Lantik Sekjen dan Direktur Penuntutan

Kembalikan Mandat, Agus Justru Lantik Sekjen dan Direktur Penuntutan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Fana Suparman / WBP Senin, 16 September 2019 | 10:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo melantik Cahya Hardianto Harefa sebagai sekretaris jenderal (sekjen) dan Fitroh Rohcahyanto sebagai direktur penuntutan KPK, Senin (16/9/2019). Berdasarkan pantauan di Gedung Penunjang Gedung Merah Putih KPK, Agus Rahardjo nampak didampingi Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata.

"Saya dengan ini secara resmi melantik satu saudara Cahya Harefa dalam jabatan yang baru sebagai sekretaris jenderal dan saudara Fitroh Rohcohyanto dalam jabatan baru sebagai direktur penuntutan pada Kedeputian Penindakan. Saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah, Tuhan yang Maha Esa bersama kita," kata Agus Rahardjo.

Kepada Cahya, Agus mengatakan, sekjen merupakan jabatan penting yang menentukan baik buruknya manajemen KPK. Untuk itu, Agus meminta Cahya segera mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan terutama menelusuri dan menyelesaikan temuan-temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Status Wajar Tanpa Pengecualian mudah-mudahan bisa kita capai tahun ini," kata Agus Rahardjo.

Sementara kepada Fitroh, Agus meminta agar Direktorat Penuntutan menuntaskan perkara-perkara yang menjadi tunggakan.
"Pak Fitroh ini tugasnya berat terkait tunggakan kasus," kata Agus Rahardjo.

Tak hanya kepada Cahya dan Fitroh, Agus juga menyampaikan pesan pada seluruh pegawai pejabat struktural KPK. Dikatakan, dalam situasi seperti saat ini, KPK membutuhkan kekompakan dan kesolidan. Untuk itu, Agus melarang pegawai dan pejabat KPK menyampaikan informasi yang tidak diperlukan. "Biar yang keluarkan informasi pimpinan saja. Tidak keluar lagi informasi-informasi yang mengganggu soliditas kita di dalam," kata Agus Rahardjo.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pengisian dua jabatan tersebut telah melalui proses seleksi berlapis dan cukup panjang. Untuk sekjen, selain melalui panitia seleksi, hasilnya juga disampaikan pada Presiden untuk dipilih dan hari ini dilantik. Sedangkan direktur penuntutan berlaku proses seleksi yang dimulai dari permintaan ke Kejaksaan Agung dan proses seleksi di KPK. "Dengan pengisian ini kami berharap KPK lebih kuat dalam menjalankan tugas dan amanat UU No. 30 Tahun 2002," kata Febri Diansyah.



Sumber: Suara Pembaruan