Polri: Titik kebarkaran di Riau Sudah Menurun

Polri: Titik kebarkaran di Riau Sudah Menurun
Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (ketiga kanan) bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono (kiri) mencoba menggunakan selang pemadam kebakaran lahan gambut saat apel penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mapolda Kalimantan Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat, 13 September 2019. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Senin, 16 September 2019 | 16:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengklaim jika kondisi kebakaran hutan dan lahan sudah menurun. Kesimpulan ini setelah Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau lokasi karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Doni Monardo hari Minggu (15/9) kemarin.

“Sebenarnya kalau parah, dari dari hasil kunjungan kemarin itu, mengalami penurunan khususnya di Riau. Di Riau itu di Jumat dan Sabtu sebelumnya itu kurang lebih ada sekitar 600 titik api lebih. Tapi kemarin pada saat kunjungan di hari Minggu itu sudah turun dari 400 sampai 350 titik api,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo Senin (16/9/2019).

Memang kebakarannya kecil-kecil tapi jumlahnya cukup banyak itu. Bisa disimpulkan 99 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan itu adalah faktor manusia sehingga Polri konsen melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan.

“Baik itu unsur sengaja maupun ada unsur kelalaian. Hari ini pengungkapan tersangka untuk Polda Riau ada 47 tersangka perorangan, kemudian untuk korporasi masih 1. Kemudian Polda Sumatera Selatan ada 18 tersangka, korporasi nihil. Polda Jambi ada 14 tersangka, korporasi nihil,” lanjutnya.

Polda Kalimantan Selatan ada 2 tersangka, korporasi nihil. Polda Kalimantam Tengah ada 45 tersangka, korporasinya ada 1. Polda Kalimantan Barat ada 59 tersangka, korporasinya ada 2.

“Jadi total keseluruhan tersangka yang berhasil diamankan atau disidik oleh jajaran polda yang disebutkan tadi ada 185 tersangka perorangan dan untuk korporasi 4 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” urainya.

Kasusnya sendiri sebagian besar masih proses sidik dimana ada 95 kasus. Kemudian 41 kasus sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum, 2 kasus dinyatakan P21, dan untuk tahap 2 penyerahan barang bukti dan tersangka ada 22 kasus.

Soal karhutla menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia mengancam akan mencopot pimpinan TNI/Polri yang didaerahnya terjadi karhutla.

Ini dikatakan Jokowi dalam rapat koordinasi di Istana Merdeka yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 6 Agustus lalu. Namun hingga kini belum ada yang dicopot.

 



Sumber: BeritaSatu.com