Tunggu Masukan DPD, Komisi XI Pilih Komisioner BPK pada 18 Atau 19 September

Tunggu Masukan DPD, Komisi XI Pilih Komisioner BPK pada 18 Atau 19 September
Hendrawan Supratikno ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Senin, 16 September 2019 | 17:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah awalnya berencana memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada hari ini, Komisi XI DPR RI memutuskan untuk memundurkannya hingga sekitar 18-19 September mendatang.

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno mengatakan pemunduran itu harus dilakukan karena menunggu pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sementara DPD baru memulai proses pemberian pertimbangan pada hari ini.

"Janjinya besok selesai. Tanggal 18 (September) dimasukkan ke Komisi XI, nanti kami rapat pemilihan tanggal 18 malam atau 19 September," kata Hendrawan, Senin (16/9/2019).

Bila berlangsung lancar, dia menduga pada paripurna DPR 19 September, anggota BPK RI yang baru akan bisa disahkan.

Lebih lanjut, pemunduran pemilihan anggota BPK RI itu tak berkonsekuensi pada kerja lembaga BPK RI. Memang di UU BPK, ada amanat agar anggota baru dipilih sebulan sebelum masa habis anggota BPK saat ini. Sementara masa akhir kerja komisioner BPK saat ini adalah 16 Oktober.

"Tak ada masalah. Sebulan itu bisa diartikan bulannya masih (September, red). Kecuali kalau kita sudah masuk Oktober dan belum dipilih, itu yang tak bisa," kata Hendrawan.

Kata Hendrawan, anggota BPK RI baru nantinya akan dipilih secara voting. Baginya, sulit untuk bisa mendapat anggota BPK dengan cara musyawarah mufakat.

"One man one vote. Mudah-mudahan sih bisa selesai minggu ini," imbuhnya.

Sebagai legislator PDI Perjuangan, Hendrawan mengatakan pihaknya akan memilih sosok yang berintegritas, berkompeten, dan memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kredibilitas BPK.

"Kalau soal politisi atau profesional, orang kaya atau marhaen, gitu? Enggak. Selama ini enggak seperti itu. Akademisi, doktor, itu calon-calon jago jago semua," imbuhnya.

"Kita sih sudah membuat semacam kriteria untuk membuat peringkat juga. Tinggal penentuannya saja," tandas Hendrawan tanpa bersedia menyebut isi peringkat calon yang mereka buat.



Sumber: BeritaSatu.com