Kasus Karhutla di Balikpapan Naik 300 Persen

Kasus Karhutla di Balikpapan Naik 300 Persen
Seorang pengendara motor berusaha menembus kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Balikpapan, Kaltim (14/9/2019). ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Senin, 16 September 2019 | 17:15 WIB

Balikpapan, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat peningkatan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam tiga bulan terakhir.

Kepala BPBD Kota Balikpapan Suseno mengakui ada tren kenaikan karena musim kemarau masih terjadi hingga September dan Oktober mendatang.

“Pada bulan Juli terjadi kasus karhutla 8 kali, pada Agustus lalu jumlah kebakaran lahan dan hutan sebanyak 27 kasus, berarti ada peningkatan 3 kali lipat atau 300 persen," kata Suseno di kantornya, Balikpapan, Kaltim, Senin (16/9/2019).

"Sampai saat ini di bulan September ada 19 kasus karhutla, kalau enggak ada hujan mungkin jumlahnya terus naik,” imbuh Suseno.

Untuk saat ini, kata Suseno, sejumlah penyebab kebakaran hutan dan lahan di Balikpapan seperti Damai karena adanya bukaan batubara yang terkena panas terik, akhirnya menimbulkan api. Termasuk kawasan semak blukar di belakang gang Arjuna seberang AURI Sepinggan, Balikpapan Selatan.

Menurut Suseno, pihak BPBD Kota Balikpapan terus berupaya melakukan langka-langkah pencegahan untuk mengurangi kasus karhutla.

"Dari sisi pencegahan kita minta supaya ada koordinasi dengan lembaga lain untuk sosialisasi kepada para camat, lurah dan masyarakat terutama agar berhati-hati dengan pembukaan lahan dengan cara pembakaran," ujar Suseno.



Sumber: BeritaSatu TV