Mantan Bupati Bangkalan Meninggal

Mantan Bupati Bangkalan Meninggal
Fuad Amin Imron. ( Foto: Antara )
/ AB Senin, 16 September 2019 | 18:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, yang juga terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), meninggal dunia pada usia 71 tahun di RSUD Soetomo, Surabaya.

"Benar Pak Fuad Amin meninggal dunia di RS Soetomo Gedung Graha Amerta Surabaya pada sekitar pukul 16.12 WIB," kata Kepala Lapas Klas 1 Surabaya Tony Nainggolan saat dikonfirmasi Antara, Senin (16/9/2019).

Fuad Amin telah divonis 13 tahun penjara dan seluruh hartanya yang mencapai Rp 250 miliar dirampas untuk negara.

"Beliau sudah sakit lama, sakitnya komplikasi jantung dan ginjal, tetapi yang tahu persis kondisinya adalah dokter," kata Tony.

Menurutnya, Fuad Amin baru tiga hari dirawat di RS Soetomo Gedung Graha Amerta Surabaya. Sebelumnya, Fuad dirawat di RS Sidoardjo," ungkap Tony.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 3 Februari 2016 memutuskan memperberat vonis Fuad Amin menjadi 13 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pencabutan hak memilih dan dipilih selama lima tahun sejak selesai menjalani pidana penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Pengadilan Negeri Jakarta pada 19 Oktober 2015 menjatuhkan vonis delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsisder enam bulan penjara ditambah perampasan uang yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi dan pencucian uang, yaitu sebesar Rp 234,07 miliar dan 563.322 dolar AS, terhadap Fuad Amin.

Fuad dinyatakan terbukti melakukan tiga perbuatan pidana. Pertama, mendapat uang Rp 15,65 miliar dari PT Media Karya Sentosa (MKS) sebagai balas jasa atas perannya mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya di Bangkalan. Fuad juga memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy Co Ltd terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Kedua, Fuad terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dalam kurun waktu Oktober 2010-Desember 2014, yaitu menerima uang dari PT MKS sejak bulan Oktober 2010-Desember 2014 Rp 14,45 miliar dan menerima uang dari pemotongan realisasi anggaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Bangkalan sekitar 10 persen dari Oktober 2010-2014 yaitu sebesar Rp 182,574 miliar.

Jumlah keseluruhan uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi yang diterima Fuad, baik selaku bupati Bangkalan maupun selaku ketua DPRD Bangkalan mencapai Rp 197,224 miliar. Fuad kemudian menempatkan harta kekayaan di penyedia jasa keuangan, melakukan pembayaran asuransi, membeli kendaraan bermotor, membayar pembelian tanah dan bangunan dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Ketiga, Fuad melakukan pidana pencucian uang pada periode 2003-2010.



Sumber: ANTARA