Pengunduran Diri Pimpinan KPK Pengkhianatan terhadap Pemberantasan Korupsi

Pengunduran Diri Pimpinan KPK Pengkhianatan terhadap Pemberantasan Korupsi
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 13 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Asni Ovier / AO Selasa, 17 September 2019 | 15:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Eksponen Mahasiswa Banten melalui Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Satuan (Orsat) Lebak, Banten, Usep Ardabily Mujani menilai sikap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya Saut Situmorang, yang mengundurkan diri merupakan bentuk pengkhianatan perjuangan terhadap agenda pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan Usep Mujani di Jakarta, Selasa (17/9). Sikap yang diambil oleh Saut Situmorang, menurut Usep, telah mempertontonkan akrobat politik yang tidak layak dilakukan oleh seorang pejabat negara. Apalagi, Saut adalah anak bangsa yang selama ini dipercaya untuk melakukan pemberantasan korupsi.

"Kami mengecam sikap pimpinan KPK, termasuk wakil ketua KPK Saut Situmorang yang mengundurkan diri. Apalagi, pengunduran diri dilakukan di tengah dukungan penuh publik terhadap penguatan KPK. Pimpinan lembaga itu malah berakrobat. Karena itu, kami mempertanyakan komitmen mereka dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Usep.

Usep juga menambahkan, kepercayaan publik terhadap profesionalisme KPK tidak boleh dicederai oleh sikap personal seperti itu. Ia melihat sikap Saut bertentangan dengan semangat yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap upaya penguatan KPK.

"Sikap Presiden Jokowi sudah jelas soal profesionalisme dan penguatan KPK. Namun, sayang visi ini malah dicederai oleh sikap kekanak-kanakan dari salah komisioner KPK," kata Usep. Dia juga meyakini bahwa KPK ke depan akan lebih profesional, karena diiisi oleh orang-orang yang memiliki integritas dalam penegakan hukum.

"Memang, kini saatnya KPK untuk lebih profesional, sehingga anasir politik yang selama ini mencederai lembaga itu harus dihilangkan. Kita percaya bahwa korupsi adalah penyakit terbesar bangsa ini, sementara KPK adalah obat yang didatangkan Tuhan untuk bangsa ini," kata Saud.



Sumber: Suara Pembaruan