Kasus Rabies di Bali Butuh Penanganan Serius
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Rabies di Bali Butuh Penanganan Serius

Selasa, 17 September 2019 | 17:39 WIB
Oleh : I Nyoman Mardika / FER

Denpasar, Beritasatu.com - Kabupaten Buleleng merupakan salah satu wilayah 'zona merah' rabies selain Karangasem dan Bangli, sehingga membutuhkan penanganan serius. Upaya penanganan yang nyata dan terintegrasi, harus dilakukan dari tingkat pemerintah daerah lewat Dinas Peternakan sampai ke masyarakat. Upaya serupa harus dilakukan di kabupaten lain yang sama-sama masih masuk zona merah.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali, Putu Mangku Mertayas, mengungkapkan, terkait penangan kasus rabies di Bali maka zona merah yang merupakan wilayah rawan rabies, harus lebih diperhatikan.

"Saya kira harus ada sebuah tindakan nyata atau penanggulangan secara terintegrasi yang dikoordinir puskesmas bekerja sama dengan desa melibatkan pecalang dan hansip,” ujar politisi asal Buleleng ini di Denpasar, Bali, Selasa (17/9/2019).

Menurut Mangku Mertayasa, hal pertama yang dilakukan adalah sosialisasi kepada para pemilik anjing. Setelah itu baru mengadakan eliminasi selektif khususnya pada anjing liar, di samping vaksinasi.

"Kebetulan saya juga ikut terjun di lapangan. Jadi, banyak kami temukan anjing-anjing yang tidak bertuan, ya terpaksa dieliminasi," jelasnya.

Kalaupun masih ada yang belum terdeteksi, menurut Mangku Mertayasa, hal itu sangat manusiawi. Namun, hal tersebut harus dijadikan sebagai motivasi bagi dinas terkait untuk tetap melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan desa adat. Apalagi Buleleng masih masuk dalam zona merah rabies meskipun sudah dilakukan upaya penanganan yang begitu gencar.

"Kami sangat sadari bahwa demografi Buleleng, jumlah penduduk, dan wilayahnya sangat luas. Buleleng kan hampir 30 persen Pulau Bali. Ini salah satu kendalanya," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Mangku Mertayasa, masyarakat yang memiliki terlalu banyak anjing umumnya membuang begitu saja di suatu tempat. Akibatnya, anjing-anjing tersebut menjadi liar atau tak berpemilik dan berisiko terkena rabies. Di sisi lain, masyarakat sangat sadar akan pentingnya penanganan rabies. Hal itu dibuktikan dengan kedatangan mereka ke tempat-tempat yang ditunjuk sebagai lokasi vaksinasi, kemudian ikut membantu petugas pada saat melakukan eliminasi.

"Kami memberi masukan agar kegiatan sosialisasi, vaksinasi, dan eliminasi selektif dijadwalkan secara pasti sebagai sebuah rutinitas penanganan," katanya.

Sementara itu, Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali, Prof Dr I Wayan Suparth MS, mengatakan, kasus rabies bukanlah sesuatu yang baru, tapi bersiklus. Kendati ada indikasi penurunan sejak Bali terjangkit pada 2008, untuk menghapus kasus positif rabies masih memerlukan proses.

"Sekalipun sudah ada komitmen dari berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan penanganan, ternyata tidak menyelesaikan masalah. Pasti ada metode yang salah," ujarnya.

Supartha menambahkan, pengendalian rabies harus memakai sistem gertakdal atau gerakan serentak pengendalian. Oleh karena itu, akademisi Universitas Udayana ini menyarankan agar dilakukan pemetaan sesuai lokus dan fokusnya. Lokus yang dimaksud adalah lokasi-lokasi per kabupaten di mana kasus rabies terjadi, berapa jumlahnya per kabupaten, seperti apa kasus yang ada, dan apa penyebab kasus itu terjadi.

Dari pemetaan tersebut, lanjut Supartha, bisa dilakukan komparasi terkait penanganan dan penyebab kasus rabies. Selain itu, pemetaan juga untuk mengetahui titik lemah penanganan, terutama pada daerah-daerah zona merah. Apakah karena jumlah anjing yang banyak atau kondisi daerah yang memiliki banyak semak dan parit sebagai tempat persembunyian anjing. Keterlibatan masyarakat lokal juga dibutuhkan dalam upaya penanganan rabies.

"Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan terus menerus supaya masyarakat semakin paham betapa pentingnya penanggulangan rabies ini bagi keselamatan masyarakat itu sendiri," pungkas Supartha.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

Dengan mengetahui dan mengenal sejarah maka masyarakat akan paham bagaimana para pendahulu bangsa ini berjuang dan bagaimana mereka mencintai bangsanya.

NASIONAL | 28 September 2021

Ini Upaya Sub PB PON Klaster Mimika Tertibkan Penonton PON di Papua

Jumlah tiket yang dijual saat ini sebagian besar atau 60% dijual melalui aplikasi di atas dan sisanya sebanyak 40% melalui offline.

NASIONAL | 27 September 2021

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021

Tepis Isu Jagung Langka, Mentan Cek Stok Pabrik Pakan

Mentan Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang, Banten.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
Oktober, Korsel Akan Vaksinasi Covid untuk Remaja 12-17 Tahun

Oktober, Korsel Akan Vaksinasi Covid untuk Remaja 12-17 Tahun

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings