Bandara Terpapar Asap, Penumpang Minta Refund

Bandara Terpapar Asap, Penumpang Minta Refund
Ratusan penumpang menumpuk di counter check in Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 17 September 2019 | 20:01 WIB

Balikpapan, Beritasatu.com - Ratusan penumpang menumpuk di counter check-in Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Mereka menanyakan kepastian penerbangan yang ditunda bahkan dibatalkan. Bahkan, adapula yang minta refund tiket maskapai.

Penundaan dan pembatalan penerbangan ini terjadi akibat kepungan kabut asap yang terjadi di Balikpapan, Samarinda, Berau hingga Kota Tarakan.

Seorang penumpang Adi Sumarno yang ingin ke Tanjung Selor meminta refund. Dia memilih memakai jasa travel dengan jarak tempuh 15 jam dari Balikpapan ke Tanjung Selor akibat jadwal penerbangan yang tidak menentu.

Sementara itu, Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan, Andanina Dyah Permata Megasari menjelaskan, penerbangan menuju ke sejumlah daerah di Kaltim dan Kaltara terpaksa dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan.

“Belum ada perubahan sejak tiga hari kemarin, masih ada yang cancel, ada yang delay. Divert dari bandara lain rata-rata yang menuju di Samarinda, akhirnya landing di sini,” kata Andanina.

Diketahui ada tiga penerbangan dari Jakarta menuju Bandara APT Pranoto Samarinda terpaksa dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap.

Menurut Andanina, sejak Jumat (13/9) lalu diperkirakan 1.500 penumpang terganggu jadwal penerbangan tunda (delay) maupun yang dibatalkan (cancel) sehingga terpaksa melakukan refund tiket maskapai.

Andanina menambahkan, dalam tiga hari terdapat 20 penerbangan yang delay dan sekitar 35 penerbangan yang batal akibat kabut asap.

“Kalau pengembalian tiket itu tanggung jawab maskapai. Termasuk untuk penerbangan yang tertunda. Tapi kami tetap melayani penumpang karena ada juga yang terpaksa menginap di sini,” ujar Andanina.



Sumber: BeritaSatu TV