Peran Kepala BIN Pertemukan Jokowi dengan Tokoh Papua Diapresiasi

Peran Kepala BIN Pertemukan Jokowi dengan Tokoh Papua Diapresiasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima perwakilan tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta, Senin, 10 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 17 September 2019 | 22:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat politik Ireng Maulana mengapresiasi keberhasilan Kepala Badan Intelejen Negara, Budi Gunawan (BG) dan jajarannya mempertemukan 61 tokoh Papua dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. BG pun turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kita yakini daftar permintaan ini muncul sudah terlebih dahulu melalui perhitungan resiko dan skala ancaman yang berasal dari dari analisis intelijen,” ujar pria lulusan Master of Art in Political Science dari Lowa State University, Iowa (IA), Amerika Serikat ini saat diwawancara di Jakarta, belum lama ini.

Ireng menyebut intelijen sebagai proses yang berbeda karena kehadiran Kepala BIN dalam pertemuan tersebut dimana biasanya pemerintah dapat memposisikan pejabat lain untuk mendampingi Presiden.

“Kehadiran langsung Kepala BIN dalam pertemuan ini dapat pula diartikan sebagai bantahan kecemasan banyak pihak bahwa pendekatan penyelesaian kerusuhan yang terindikasi ditunggangi kelompok pemberontak ingin diselesaikan melalui jalan konsolidasi,” ujar Ireng.

Ditegaskan Ireng, kehadiran Kepala BIN bukan hanya sebagai jembatan penghubung melainkan mengonfirmasi beberapa hal antara lain, pertama keputusan presiden sebagai respon dari permintaan 61 tokoh papua adalah keputusan yang didasari dari produk analisa intelijen yang memberikan wawasan memadai dalam pengambilan keputusan.

Kedua produksi informasi intelijen memberikan kepastian dalam pertimbangan dan rekomendasi kepada presiden untuk membuat keputusan yang selalu bertujuan pengamanan penyelenggaraan pemerintah.

Terakhir menegasikan bahwa hubungan antara intelijen dan pembuatan keputusan adalah kunci dalam konteks kemampuan mengamankan kepentingan negara.

“Karena intelijen harus bersifat akurat untuk memelihara pembuatan keputusan yang valid,” tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Ireng, kehadiran Ka BIN secara terang-terangan dalam pertemuan ini sebagai salah satu sikap yang baik dan konstruktif, serta layak mendapatkan apresiasi karena telah memperlihatkan wajah organisasi telik sandi ke muka publik dengan tindakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tindakan yang relevan untuk mem-back up pemimpin negara dalam memformulasikan kebijakan yang menyangkut kepentingan negara sehingga kepastian keputusan dapat dilindungi," pungkas Ireng.

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima map berisi saran dari perwakilan tokoh Papua Abisai Rollo (kiri) dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pertemuan tersebut membahas isu-isu terkini di Papua. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay



Sumber: BeritaSatu.com