Syarifudin Tippe Dinilai Cocok Isi Posisi Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II

Syarifudin Tippe Dinilai Cocok Isi Posisi Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II
Syarifudin Tippe (kanan). ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 18 September 2019 | 14:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu sosok yang mencuat untuk mengisi posisi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi jilid 2 adalah Syarifuddin Tippe. Rektor di Universitas Pertahanan ini merupakan salah satu dari sedikit perwira TNI yang memiliki karier nyaris sempurna.

Kecemerlangan otak Syarifudin Tippe muda ini terlihat sejak pertama kali menapaki karier sebagai anggota TNI yang penuh prestasi. Selama mengikuti pendidikan Suspa Mekani, Suspa Intelijen dan lainnya selalu menduduki rangking pertama atau kedua dari setiap kursus atau pendidikan yang dia ikuti. Dia juga berhasil mendapatkan predikat sebagai lulusan memuaskan di Seskoad Komparatif AS pada tahun 1991.

Ary Ginanjar, CEO ESQ Leardership Center, menilai Syarifuddin Tippe adalah salah satu sosok yang punya kompetensi tiga kecerdasan yang lengkap.

"Beliau adalah seorang profesor, artinya cerdas secara intelektual, beliau juga seorang TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, sudah pasti beliau sangat cinta akan bangsa ini dan punya mental yang kuat, artinya beliau cerdas secara emosional, saya mengenal beliau juga sangat cerdas spiritual. Dia orang takwa, sholeh, dan dia adalah orang yang saya rekomendasikan untuk Indonesia Hebat di bidang pertahanan,” kata Ary.

Karier militer pria kelahiran 7 Juni 1953 juga terbilang cukup kinclong dengan berhasil menduduki posisi-posisi penting di TNI, khususnya angkatan Darat. Syarifudin Tippe ini juga masih menjadi dosen di Seskoad. Kariri milternya dimulai sebagai Komandan Peleton 2 Denzipur 6, Komandan Peleton 1 Denzipur 6, Kasitik Milum Pusdikzi, dan Danrem Kodam 1 Bukit Barisan.

Selain itu, berbagai penghargaan telah diterimanya seperti SL GOM VII Aceh, SUKS VIII, SUKS XVI, SUKS XXIV, Bintang Yudha Kartika, Bintang Kartika, Medali Kepeloporan serta berbagai penghargaan lainnya. Tugas keneragaan juga selalu dipenuhinya dengan semangat pengabdian yang tinggi. Dia Pernah menjabat sebagai Kepala staf Kodam Iskandar Muda tahun 2002-2003, Komandan Seskoad tahun 2003-2006, dan hingga menjabat sebagai Pejabat Sementara Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) dan akhirnya pada tahun 2011-2012 menjabat sebagai rektor Unhan.

Untuk Universitas Pertahanan, Syarifudin Tippe juga termasuk salah satu Inisiator berdirinya Unhan. Suatu kali ia bercerita, bahwa pendirian Unhan, dimana gagasan pendirian Unhan oleh Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso kemudian disambut baik oleh Presiden SBY dan Menhan Prof Juwono Sudarsono. Singkatnya, berangkat dari pemaparan rencana pendirian Unhan pada awal April 2008 di depan seluruh eselon 1 Kemhan.

“Perlu adanya pengambil kebijakan yang bisa mengedepankan kemampuan bersinergi masyarakat atau warga Negara dewasa ini dengan beragam pendekatan dengan semangat persatuan yang tinggi,” ujar Syarifudin.

Kemampuan Syarifudin Tippe dalam menangani daerah konflik juga sudah terbukti. Pada tahun 1976, ia terlibat langsung dalam operasi penumpasan PGRS Paraku dan pembangunan titik kuat di perbatasan Kalbar dan Malaysia, memimpin operasi Sadar rencong di Aceh pada 1999, menjabat sebagai wakil komandan operasi pemulihan keamanan pada 2001-2002, dan mendampingi Panglima TNI kala itu ke berbagai Negara-negara Asia Timur seperti Jepang, China, Korea Selatan, ASEAN, Kairo, dan puncaknya adalah tatkala ia menjadi anggota Delegasi perundingan RI-GAM di Malaysia dan Helsinki, Finlandia pada tahun 2005.

Tak hanya itu, dirinya juga punya jaringan international yang luas. Selama berkarier sebagai Perwira TNI, ia seringkali mendapat penugasan untuk pada forum-forum international seperti kunjungan studi banding ke Rajaratnam School of International Studies, Universty of Singapura, Kunjungan studi banding dan kerjasama US National Defense University Naval Postgraduate dan beberapa Negara bagiannya lainnya. Kerjasama dan studi banding ke berbagai Negara seperti China, jepang, Kanada, dan AS serta Australia.



Sumber: BeritaSatu.com