230 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Termasuk Direktur Korporasi

230 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Termasuk Direktur Korporasi
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di jalan diselimuti asap dari kebakaran hutan dan lahan. ( Foto: ANTARA FOTO / Rony Muharrman )
Farouk Arnaz / JAS Rabu, 18 September 2019 | 14:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penegakan hukum yang dilakukan polisi terhadap tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tampaknya tidak membuat efek jera. Buktinya jumlah tersangka yang dijerat polisi terus merambat naik.

Saat ini sudah ada total 230 tersangka perorangan dan lima kooperasi yang dijerat dalam kasus tahunan yang kerap membuat malu Indonesia pada negeri tetangga itu.

“Tersangka tersebar di provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Kalteng, Kalbar, Kalsel dan satu tambahan lagi di Kaltim. Di Riau misalnya ada 45 kasus, 47 tersangka, dan 1 korporasi yaitu PT SSS,” kata Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Rabu (18/9).

Sedangkan di Sumsel ada 18 kasus dengan 27 tersangka dan 1 korporasi yakni PT BHL. Penanggung jawab korporasi itu,
AK, sebagai Direktur Operasional BHL, juga dijerat hukum.

Jambi ada 10 kasus dengan 14 orang tersangka. Kalsel 4 kasus dan 2 tersangka. Kalteng paling banyak yakni 58 kasus dengan 66 tersangka dan 1 korporasi atas nama PT PGK.

Di Kalbar ada 56 kasus dengan tersangka ada 62 dan 2 korporasi yakni PT SAP dan S. Sedangkan Kaltim ada 12 tersangka di 7 kasus.

“Sebagian besar kasus itu sudah naik ke penyidikan dan untuk tersangka yang sudah dilimpahkan tahap dua (berkasnya lengkap dan siap disidang) masih 22 kasus,” urainya.

Soal karhutla menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia mengancam akan mencopot pimpinan TNI/Polri yang di daerahnya terjadi karhutla.

Ini dikatakan Jokowi dalam rapat koordinasi di Istana Merdeka yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 6 Agustus lalu. Namun hingga kini belum ada yang dicopot.



Sumber: BeritaSatu.com