Kurangi Polusi, Kemhub Pertimbangkan Kewajiban Uji Emisi Kendaraan Pribadi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kurangi Polusi, Kemhub Pertimbangkan Kewajiban Uji Emisi Kendaraan Pribadi

Rabu, 18 September 2019 | 15:59 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemhub) mempertimbangkan untuk memunculkan kembali wacana mewajibkan pengujian emisi gas buang bagi kendaraan pribadi. Dengan adanya pengujian tersebut diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi menjelaskan, pada saat penyusunan Undang-Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sempat ada wacana untuk mewajibkan pengujian emisi gas buang kendaraan pribadi. Tetapi, wacana tersebut batal direalisasikan menjadi pasal dalam UU karena pertimbangan sosial dan ekonomi.

“Tetapi kemudian karena persoalan sosial dan ekonomi lebih mengemuka pada tahun 2009, yang rencananya kendaraan pribadi itu harus melalui uji emisi, itu tidak jadi dilakukan. Sekarang uji emisi hanya untuk kendaraan angkutan umum,” ungkap Budi Setiyadi dalam sambutannya di Focus Group Discussion Assesing the Greenhouse Gas Impacts of Transport Policies di Jakarta pada Rabu (18/9/2019).

Budi melanjutkan, DPR berencana merevisi UU no. 22 tersebut dalam waktu dekat ini. Apabila proses revisi jadi dilakukan, maka pihaknya ingin memunculkan kembali wacana uji emisi kendaraan pribadi. Namun, uji emisi itu hanya diterapkan pada kendaraan dengan usia tertentu, misalnya sudah mencapai 5 tahun.

Pengujian emisi kendaraan pribadi ini, sebut Budi, penting dilakukan mengingat kondisi udara, khususnya di Jakarta, kian memburuk. “Jika kondisi Jakarta sebagai momentum untuk mengurangi polusi udara, saya kira wacana yang pada tahun 2009 bisa kita munculkan kembali bahwa untuk kendaraan-kendaraan pribadi, bisa saja yang sudah usia 5 tahun itu dilakukan uji emisi karena prinsipnya untuk keberlangsungan dan kesehatan kita dan demikian penting,” jelas Budi Setiyadi.

Sementara itu, Dosen senior Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti Elly Sinaga menilai, terdapat kebijakan-kebijakan pemerintah di sektor transportasi juga yang berdampak pada peningkatan emisi GRK. Kebijakan itu terkait subsidi solar dan low cost green car (LCGC).

Hal tersebut terungkap setelah ITL Trisakti bersama Initiative for Climate Action Transparency (ICAT) mengadakan asesmen atau penilaian dampak emisi gas rumah kaca (GRK) dari kebijakan di sektor transportasi.

Elly Sinaga menjelaskan, penggunaan bahan bakar jenis solar ini berdampak pada kenaikan emisi pada tahun 2016 sebesar 0,9 persen. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah perlu lebih memperhatikan efek dari kebijakan harga tersebut dan perlu melakukan kontrol Iebih terkait dengan emisi dari penggunaan bahan bakar diesel atau solar.

“Kalau misalnya subsidinya solar dicabut akan mengurangi emisi GRK karena saat ini truk juga banyak. Karena itu, kami dalam hal ini mengusulkan subsidi ditarik untuk mengurangi emisi dan mempermudah untuk shifting angkutan barang dari truk ke kapal laut,” ungkap Elly.

Lebih lanjut, dia menambahkan, terkait dampak GRK dari penerapan kebijakan LCGC, tim justru menemukan bahwa kebijakan tersebut malah berkontribusi terhadap kenaikan emisi GRK, yang berkisar antara 10,60 persen sampai dengan 13,7 persen dibandingkan dengan emisi dari kendaraan pada tahun 2013 atau sebelum adanya kebijakan tersebut.

Selain perihal kebijakan harga BBM dan LCGC, tim juga turut melakukan asesmen terhadap kebijakan penggunaan kendaraan listrik. Elly mengakui, untuk kendaraan listriknya sendiri tidak menimbulkan emisi GRK ketika digunakan. Tetapi, menurut dia, harus diperhatikan pula produksi listrik yang saat ini masih mengandalkan batu bara.

“Apabila pemerintah mampu mewujudkan suplai energi listrik dengan komposisi 50 persen energi fosil dan 50 persen energi terbarukan maka potensi penurunan emisinya dapat mencapai -15,39 persen pada tahun 2035,” sebut Elly.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DSLC Berikan Layanan Jasa Hukum dan Bisnis

Dwinanto Strategic Legal Consultant (DSLC) hadir dan resmi beroperasi di Jakarta dan Surabaya untuk memberikan layanan jasa hukum dan bisnis.

NASIONAL | 27 September 2021

Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

Luhut Pandjaitan menegaskan soal siapa yang salah dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkannya biar pengadilan yang membuktikan.

NASIONAL | 27 September 2021

Luhut Jalani Pemeriksaan Terkait Laporannya soal Pencemaran Nama Baik

Luhut Pandjaitan telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong di Mapolda Metro Jaya.

NASIONAL | 27 September 2021

Tanah Longsor di Karo, 1 Pekerja Meninggal Dunia

Tanah longsor di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, mengakibatkan satu pekerja konstruksi meninggal dunia.

NASIONAL | 27 September 2021

Waspadai Cuaca Ekstrem di 25 Wilayah Ini

BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di 25 wilayah di Tanah Air.

NASIONAL | 27 September 2021


Untar Mengukuhkan Naniek Widayati sebagai Guru Besar Ilmu Arsitektur

Sidang Terbuka Senat Untar yang dipimpin Rektor Agustinus Purna Irawan mengukuhkan Naniek Widayati Priyomarsono sebagai Guru Besar Ilmu Arsitektur Untar.

NASIONAL | 27 September 2021

Kemendikbudristek Beri Dana Pembinaan untuk Program Penggabungan PTS

Penggabungan diharapkan menghasilkan PTS yang sehat dan melahirkan SDM yang unggul seperti yang dicita-citakan.

NASIONAL | 27 September 2021

Intani Apresiasi KPED Jabar Tingkatkan Produksi Pangan dengan Teknologi

Penerapan teknologi berupa suplemen penyubur tanah dan tanaman itu sudah diaplikasikan di sejumlah demplot di beberapa kabupaten di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang

NASIONAL | 27 September 2021

Penyidik Polda Papua Segera Minta Keterangan Nakes Gerald Sokoy

Setelah diserahkan pihak KKB ke Pemda Pegunungan Bintang, Sabtu (25/9/2021) tenaga kesehatan Gerald Sokoy akan dimintai keterangan oleh penyidik Polda Papua.

NASIONAL | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
DSLC Berikan Layanan Jasa Hukum dan Bisnis

DSLC Berikan Layanan Jasa Hukum dan Bisnis

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings