PSI Minta Pemerintah Prioritaskan Warga Terdampak Karhutla

PSI Minta Pemerintah Prioritaskan Warga Terdampak Karhutla
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Lingkungan Hidup, Mikhail Gorbachev Dom. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Rabu, 18 September 2019 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kelimantan.

“Segera evakuasi masyarakat dari tempat-tempat di mana asap tebal sudah berada pada level berbahaya karena berpotensi mematikan. Pindahkan mereka ke tempat-tempat lain yang lebih aman,” kata Juru Bicara PSI, Mikhail Gorbachev Dom di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Pasokan alat-alat kesehatan, seperti masker dan lain-lain, kata Gorba, sapaan akrab Mikhail harus dijamin pengadaannya sampai ke pelosok untuk melindungi masyarakat dari bahaya kabut asap. Juga sediakan tabung-tabung oksigen dengan jumlah yang cukup.

“Warga yang sakit segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dirawat. Jangan tunda penanganan untuk mereka” ujar Gorba.

Sementara itu, terkait pemadaman api, PSI meminta pemerintah membentuk tim gerak cepat mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan anggaran dan sarana yang cukup.

“Tim tersebut idealnya dipimpin Presiden Jokowi secara langsung, dengan pelaksana tugas harian adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujar Gorba.

Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai Senin 16 September 2019 pukul 16.00 WIB, titik panas ditemukan di Riau sebanyak 58, Jambi (62), Sumatera Selatan (115), Kalimantan Barat (384), Kalimantan Tengah (513) dan Kalimantan Selatan (178).

Korban-korban pun berjatuhan. Seorang bayi di Palembang dikabarkan meninggal dunia karena menderita infeksi saluran pernapasan akut. Lalu, seorang kakek di Riau ditemukan tewas terbakar di perkebunannya yang dilalap api.



Sumber: Suara Pembaruan