Menpora Siap Ikuti Proses Hukum

Menpora Siap Ikuti Proses Hukum
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kanan), menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 4 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Hendro D Situmorang / FMB Rabu, 18 September 2019 | 21:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku siap mengikuti prosedur hukum yang ada terkait ditetapkan dirinya oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kempora dan dugaan penerimaan gratifikasi.

“Saya mendengar apa yang sudah disampaikan oleh pimpinan KPK dan tentu saya sebagai warga negara Indonesia akan patuh, akan mengikuti semua proses hukum yang ada," kata Menpora di rumah dinasnya di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Meski menjadi tersangka, Imam meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan akan menyampaikan keterangan kepada pimpinan KPK.

“Sudah pasti saya akan sampaikan tentang materi yang tadi sudah disampaikan pimpinan KPK dalam proses hukum selanjutnya," ujar Imam.

Dia meminta penetapan status tersangka ini tak membuatnya dicap bersalah. Dia menyatakan akan membuktikan. "Saya berharap ini bukan sesuatu yang bersifat politis. Saya berharap ini bukan sesuatu yang bersifat di luar hukum," tegasnya.

Imam Nahrawi mengatakan dirinya akan menghadapi kasus yang dideritanya. Dia menyebut kebenaran harus diungkapkan.

“Saya akan menghadapi dan tentu kebenaran harus dibuka seluas-luasnya dan selebar-lebarnya. Saya akan mengikuti proses hukum yang ada," ucap Imam.

Imam mengaku dirinya belum membaca dan tahu hal apa saja yang disangkakan kepadanya. Namun ia siap mengikuti proses hukum yang akan dijalaninya.

“Saya tak bisa menduga-duga karena baru mendengar dan melihat atas tuduhan itu . Saya punya hak juga memberikan jawaban yang sebenar-benarnya agar proses hukum ini berjalan dengan baik, lancar dan bisa dibuktikan bersama-sama karena saya tak seperti yang dituduhkan,” tepis Menpora.

Menurutnya, Imam belum ada komunikasi dengan kader PKB maupun Ketua Umum PKB saat ini. Untuk itu, jangan sampai ini justifikasi ini membuat seolah-olah dirinya bersalah dan dirinya siap membuktikan nanti di meja pengadilan.

Menpora pun rencananya akan berbicara dengan Presiden Jokowi soal status tersangka padanya. Hal itu dikarenakan ia baru mengetahui statusnya sore tadi dan berharap diberi kesempatan berberkonsultasi dengan presiden.

Terkait dirinya dituding menerima uang suap, Imam pun menepis pernyataan KPK. Menurutnya lembaga antirasuah itu harus bisa membuktikan dana itu ada atau tidak dan jangan hanya bicara saja.

“Saya belum menerima surat pemanggilan dari KPK. Terkait status saya, tentu keluarga sangat terpukul dan ini menjadi risiko dari jabatan sebagai menteri dan tentu harus siap dengan segala sesuatu,” tutup Menpora. 



Sumber: Suara Pembaruan