Kempupera Berupaya Tambah Pasokan Air Baku ke PDAM

Kempupera Berupaya Tambah Pasokan Air Baku ke PDAM
Suasana Indonesia Water & WasteWater Expo & Forum yang berlangsung di Jakarta, Rabu (18/9/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 18 September 2019 | 22:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementeria Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) berupaya meningkatkan ketersediaan sumber air baku untuk memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan air minum di daerah.

Peningkatan pasokan itu agar perusahaan daerah air minum (PDAM) bisa mengurangi biaya produksi air, sehingga bisa menambah jumlah masyarakat yang mendapat layanan air bersih.

“Banyak yang sudah kita capai dan ada yang belum, sebab itu kita kejar penambahan air baku dan pembangunan sistem pipa transmisi,” kata Dirjen Cipta Karya, Kempupera, Danis Hidayat Sumadilaga di sela-sela acara Indonesia Water &WasteWater Expo & Forum yang berlangsung di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Menurut Danis, pembangunan sumber air baku dan pipa transmisi itu menggunakan empat skema pembiayaan, yaitu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD, swasta, dan kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU.

Pembiayaan dari APBN pada 2020 dianggarkan sebesar Rp 8 triliun atau yang terbesar dari keseluruhan anggaran Dirjen Cipta Karya. Jumlah tersebut jelasnya belum cukup memadai karena hanya mampu membiayai sekitar 40% kebutuhan, sehingga selebihnya mesti melibatkan pemerintah daerah (pemda), perusahaan itu sendiri atau swasta maupun KPBU.

“Jadi kita targetkan ada 10 juta sambungan baru ke depan atau sekitar 50-60 juta masyarakat yang memperoleh akses air minum,” kata Danis dalam keterangan tertulisnya.

Ketua Umum Perusahaan Air Minum Seluruah Indonesia (Perpamsi), Haris Yasin Limpo berharap, dukungan pemerintah lebih optimal untuk membantu perusahaan air minum di berbagai daerah. “Dari 400 PDAM anggota Perpamsi, sekitar 40-50 di antaranya sakit karena merugi,” kata Haris.



Sumber: Suara Pembaruan