Periode Januari-Agustus 2019, 755 Gempa Guncang Sulteng

Periode Januari-Agustus 2019, 755 Gempa Guncang Sulteng
Ilustrasi gempa bumi. ( Foto: Istimewa )
John Lorry / CAH Kamis, 19 September 2019 | 07:44 WIB

Palu, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat, sepanjang periode Januari hingga Agustus 2019 telah terjadi sebanyak 755 guncangan gempa di provinsi itu.

Kepala Seksi Informasi dan data BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik Liopati mengatakan, dari banyaknya gempa tersebut ada sekitar 60 kali guncangan gempa yang bisa dirasakan.

“Dari 755 kejadian gempa, yang paling dekat dengan Kota Palu sebanyak 315 guncangan gempa dan didominasi oleh gempa dangkal kurang dari 20 Km ke bawah.” kata Hendrik, Rabu (18/9/2019).

Dikatakannya, gempa tersebut diakibatkan aktifnya beberapa sesar yang ada di Sulawesi Tengah seperti sesar Palu Koro, sesar Tojo Unauna, sesar Luwuk dan yang paling sigifikan terjadinya gempa adalah aktifnya sesar Peleng di Banggai.

Hendrik mengimbau seluruh masyarakat Sulteng agar tidak perlu takut menghadapi gempa. Namun yang perlu dilakukan adalah selalu waspada dan beradaptasi dengan bijaksana sesuai dengan lingkungan tempat tinggal.

Dia menegaskan agar masyarakat berhati-hati menerima informasi gempa dari media sosial serta tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Pada 28 September 2018, Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong diguncang gempa dasyat berkekuatan 7,4 SR.

Gempa yang menimbulkan tsunami di Kota Palu dan Pantai Donggala, serta likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi itu merusak infrastruktur, rumah penduduk, perkantoran, sekolah, rumah ibadah, SPBU, areal perkebunan dan pertanian, serta ribuan jiwa meninggal dunia dan hilang. 



Sumber: Suara Pembaruan