Penampungan Bambu Apus Tak Memadai untuk Pencari Suaka

Penampungan Bambu Apus Tak Memadai untuk Pencari Suaka
Sejumlah pengungsi pencari suaka kembali menempati trotoar di dekat kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 18 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / BW Kamis, 19 September 2019 | 12:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI, Taufan Bakri menilai, tempat penampungan sementara di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, tidak memadai untuk menampung para pengungsi pencari suaka.

Penilaian itu berdasarkan hasil survei ke lapangan yang telah ia lakukan beberapa waktu lalu. Selain daya tampungnya tidak memadai, lokasi itu satu kawasan dengan tempat rehabilitasi narkoba.

“Waktu saya survei, kelihatannya hanya mampu menampung 300 orang di situ, yang di Bambu Apus. Selain itu, tergabung dengan orang yang terrehabilitasi,” kata Taufan Bakri, Kamis (19/9/2019).

Melihat kondisi itu, besar kemungkinannya tempat penampungan sementara tidak akan ditetapkan di Bambu Apus, karena sangat riskan. Pasalnya, bila para pengungsi pencari suaka yang juga ada anak-anak dan wanita tinggal satu kawasan dengan orang-orang yang sedang rehabilitasi narkoba, maka tidak akan baik. Pengungsi yang ada di Kalideres, saat ini berjumlah 459 orang, dari berbagai negara.

“Maka untuk sementara, kita masih tempatkan penampungan sementara di Kalideres. Balik dulu ke Kalideres. Sambil menunggu rapat selanjutnya dengan para petinggi Kemkopolhukam, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sosial. Sebenarnya mereka mau di kemanakan. Kalau harus menjadi beban Pemprov, duitnya siapa yang mikirin,” terang Taufan Bakri.



Sumber: BeritaSatu.com