Kemdikbud Targetkan Digitalisasi Sekolah Tuntas 2024

Kemdikbud Targetkan Digitalisasi Sekolah Tuntas 2024
Para siswa SD-SMP-SMA/SMK hadir dalam peluncuran digitalisasi sekolah di Serindit, Kabupaten Nautana, Kepulauan Riau, Rabu 18 September 2019 ( Foto: maria fatima bona )
Maria Fatima Bona / EAS Kamis, 19 September 2019 | 15:42 WIB

Natuna, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menargetkan pada 2024 program digitalisasi diterapkan di semua sekolah. Dikatakan Sekjen Kemdikbud, Didik Suhardi, kepada SP, Rabu (18/9), program digitalisasi menjadi prioritas pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang melek teknologi.
Didik menargetkan, program digitalisasi sekolah ini bisa selesai dalam empat tahun, hingga 2024. Dikatakan saat ini prosesnya masih berjalan bertahap.

"Ini baru tahun pertama. Baru 1,7 juta siswa dari total 41 juta siswa secara keseluruhan. Nanti akan ada lagi tahun depan (2020), mengunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja, yang ditransfer langsung dari pusat. Nanti kemungkinan juga ada penambahan dari anggaran lain,” kata Didik kepada Beritasatu.com usai peluncuran digitalisasi sekolah di gedung Sri Serindit, Kabupaten Nautana, Kepulauan Riau, Rabu (18/9/2019).

Program peluncuran digitalisasi sekolah ini dilakukan pertama kali di Kabupaten Natuna oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. Hari itu, peluncuran program ditandai dengan pemberian sarana pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah, berupa PC, laptop, LCD, router, dan eksternal hard disk, serta komputer tablet kepada siswa.

Ditegaskan Didik, tahap pertama ini tidak semua kelas dalam satu jenjang diberi bantuan tablet. Hanya untuk kelas VI SD, VII SMP, dan X SMA/SMK yang mendapat tablet. Setelah kabupaten Natuna, dikatakan Didik, daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) lainnya yang menjadi target kedua adalah Papua dan Papua Barat.

Sementara menurut Didik, pemilihan kelas untuk tahap pertama, kelas VI SD, atas dasar akan mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Sedangkan untuk kelas awal yakni VII SMP dan X SMA/SMK agar para siswa benar-benar belajar dari awal selama tiga tahun.

Sementara itu itu, khusus Kabupaten Natuna, Didik menuturkan, sekolah yang menerima sarana pembelajaran sebanyak 38 unit sekolah. Terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA, dan 1 SMK. Sedangkan untuk komputer tablet akan diberikan kepada 1.142 siswa, terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP, 228 siswa SMA, dan 103 siswa SMK.

Didik menyebutkan, komputer tablet telah dipasangkan aplikasi rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama, yakni sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya.

"Pemberian tablet bertujuan agar para siswa mudah membawanya, ringan, aplikasinya mudah untuk di update, serta mudah dimodifikasi. Siswa juga mudah menonton video pembelajaran melalui tablet," ucap Didik.

Dalam tablet tersebut, kata Didik, para siswa dapat mengakses materi-materi sumber belajar secara luring (offline).

"Digitalisasi sekolah ini memudahkan bagi daerah-daerah terluar, karena ada buku sekolah elektronik, ada juga portal Rumah Belajar,” tuturnya.

Sementara untuk alokasi dana pembelian komputer tablet pada 2019 ini sebesar Rp 3,1 miliar. Dana tersebut diambilkan dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja 2019.

Terkait dana BOS, pada 2019 Kemdikbud telah menganggarkan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui BOS Kinerja untuk 6.004 sekolah dan 692.212 siswa. Sedangkan BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233



Sumber: Suara Pembaruan