Merampok dan Aniaya Guru, Remaja Ini Ditangkap Polisi

Merampok dan Aniaya Guru, Remaja Ini Ditangkap Polisi
Ilustrasi pencuri. ( Foto: Istimewa )
/ YUD Kamis, 19 September 2019 | 17:56 WIB

Sukabumi, Beritasatu.com - Sorang remaja berinisial OS yang baru berusia 18 tahun diduga karena terlibat kasus perampokan disertai penganiayaan kepada seorang guru, ditangkap Tim Buser Polres Sukabumi dan Polsek Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami menangkap pelaku di rumah orang tuanya di wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi setelah mendapatkan laporan adanya kasus perampokan disertai kekerasan," kata Kapolsek Parakansalak AKP Slamet Irianto di Sukabumi, Kamis (19/9/2019).

Informasi yang dihimpun, kasus perampokan sadis di rumah seorang guru bernama Jainah (55) di Kampung Kebonjati RT 03/01, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, terjadi pada Rabu (19/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Perampokan yang diduga dilakukan seorang diri oleh remaja tanggung tersebut dengan cara masuk lewat pintu belakang rumah korban saat dalam keadaan kosong untuk mencuri televisi. Namun, rencana pencurian tersebut buyar setelah korban pulang.

Tersangka yang panik bersembunyi di belakang pintu dan setelah korban masuk, tanpa basa basi OS memukulkan pipa besi berukuran besar ke kepala korban hingga tersungkur ke lantai. Dalam kondisi setengah sadar, remaja kembali memukul korban hingga tak sadarkan diri.

Aksi perampokan yang direncanakan tersangka pun gagal dan langsung melarikan diri dengan cara pulang ke rumah orang tuanya. Warga sekitar melihat korban yang dalam keadaan tidak sadar dan tertutup selimut langsung membantu dan melarikannya ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Polisi yang menerima laporan dari warga adanya kasus kriminal langsung bergerak dan kurang dari 24 jam atau pada Kamis, (19/9) sekitar pukul 01.30 WIB tersangka diciduk di rumah orang tuanya.

"Dari tersangka kami menyita satu buah buah linggis, sebilah kapak, selimut yang digunakan untuk menutup korban dan satu pipa besi menyerupai lonceng yang digunakan OS memukul kepala korban," tambahnya.

Slamet mengatakan pihaknya saat ini masih mengembangkan kasus perampokan yang menyebabkan korbannya kritis. Sementara korban, masih mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Sekarwangi Cibadak karena luka yang cukup parah di bagian kepalanya.



Sumber: ANTARA