BMKG: Jumlah Titik Panas Cenderung Menurun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BMKG: Jumlah Titik Panas Cenderung Menurun

Kamis, 19 September 2019 | 19:38 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan jumlah titik panas di Sumatera dan Kalimantan saat ini fluktuatif dan cenderung menurun dibandingkan pekan lalu.

Walaupun kecenderungan jumlah titik panas menurun dibanding periode awal September 2019, namun masyarakat harus terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan, kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Dia menambahkan, penurunan tersebut terdeteksi berdasarkan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Himawari-8, selama tiga hari terakhir (16 hingga 18 September 2019) BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 3.302 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan jumlah titik panas pada periode waktu 13 hingga 15 September 2019 yang mencapai 3.854 titik.

Hotspot tersebut diantaranya berada di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Juga terdeteksi di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, Papua Nugini, dan Timor Leste.

Di wilayah Indonesia pada 14 September 2019 terdeteksi 1.080 titik. Jumlah tersebut mengalami penurunan sejak 15 September 2019 sampai dengan 17 September 2019, meskipun terdapat peningkatan kembali pada 18 September 2019.

Terdeteksi masih adanya sebaran asap yang memasuki wilayah Semenanjung Malaysia dari wilayah Sumatera. Selain itu pada waktu yang sama, terdeteksi pula adanya sebaran asap yang meluas hingga wilayah Serawak Malaysia dari Kalimantan Barat.

Kondisi ini dapat terjadi karena arah angin di wilayah Riau bertiup dari arah Tenggara-Selatan ke Utara-Timur Laut, sementara arah angin di wilayah Kalimantan Barat ke arah Utara.

Kecenderungan penurunan jumlah titik panas di Indonesia dan negara ASEAN secara tidak langsung dapat menurunkan sebaran Asap di wilayah Indonesia, Namun Masyarakat masih harus mewaspadai tingkat kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla); dikarenakan potensi hujan yang masih rendah di daerah tersebut.

Saat ini dalam mengupayakan peningkatan potensi hujan di daerah terjadinya karhutla, BMKG terus memonitor dan menganalisis potensi terbentuknya awan hujan, untuk menjadi acuan bagi upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (dengan hujan buatan) yang dilakukan oleh BPPT, TNI & BNPB.

Upaya modifikasi cuaca ini mendesak dilakukan untuk memaksimalkan potensi hujan di wilayah karhutla, yang sudah dilaksanakan di beberapa tempat di Wilayah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemberantasan Korupsi, Wiranto: Penyadapan Diizinkan

Dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia, praktik penyadapan itu diizinkan.

NASIONAL | 19 September 2019

Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Dicegah ke Luar Negeri

Nahrawi dicegah bepergian ke luar negeri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi.

NASIONAL | 19 September 2019

Laode: Tak Sesuai Janji, Jokowi Lucuti Kewenangan Komisioner KPK

"Beliau (Jokowi) mengatakan bahwa (KPK) akan diperkuat tetapi kenyataannya Komisioner KPK bukan lagi penyidik dan penuntut umum sekarang," kata Syarif.

NASIONAL | 19 September 2019

Palsukan Keterangan, Henry Gunawan dan Istri Dijebloskan ke Penjara

Henry J Gunawan dan istri dijebloskan ke penjara karena memberikan keterangan palsu dalam akte otentik.

NASIONAL | 19 September 2019

Wiranto: Dewan Pengawas Akan Perkuat Legitimasi KPK

Kehadiran Dewan Pengawas akan memerkuat legitimasi KPK.

NASIONAL | 19 September 2019

Merampok dan Aniaya Guru, Remaja Ini Ditangkap Polisi

Seorang remaja berinisial OS ditangkap polisi karena terlibat kasus perampokan disertai penganiayaan di Sukabumi, Jawa Barat.

NASIONAL | 19 September 2019

Ketua BPK Apresiasi Peningkatan Kualitas LKPD

Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) terus meningkat.

NASIONAL | 19 September 2019

Imam Nahrawi Minta Maaf Kepada Jokowi, JK dan PB NU

Selain meminta maaf, Imam juga berterima kasih kepada seluruh staf dan karyawan Kempora.

NASIONAL | 19 September 2019

Pemkab Pandeglang Gandeng BWJ Pacu Investasi KEK Tanjung Lesung

Investasi di kawasan KEK Tanjung Lesung semakin membaik dan terus berkembang.

NASIONAL | 19 September 2019

Ketua KNPB Dijerat Pasal Berlapis

Ketua KNPB Agus Kossay dijerat dengan pasal berlapis yaitu pencurian kendaraan bermotor serta upaya makar.

NASIONAL | 19 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS