Asap Belum Terkendali, Seluruh Sekolah di Jambi Kembali Diliburkan

Asap Belum Terkendali, Seluruh Sekolah di Jambi Kembali Diliburkan
Kawasan Hutan Lindung Gambut Londerang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi yang kritis akibat kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 kini terbakar kemali. Sekitar 90% dari 12.500 hektare hutan lindung gambut yang kini dikelola Restorasi Ekosistem (RE) World Wildlife Fund (WWF) Indonesia itu hangus terbakar selama kemarau tiga bulan terakhir atau sejak Juli-September 2019. ( Foto: Istimewa )
Radesman Saragih / CAH Jumat, 20 September 2019 | 06:31 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Seluruh sekolah di Kota Jambi kembali diliburkan menyusul belum terkendalinya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kota itu. Libur sekolah mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut diberlakukan Jumat – Sabtu (20 – 21/9).

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jambi, Johansyah menjelaskan, Gubernur Jambi, Fachrori Umar menginstruksikan libur sekolah SMA dan sederajat karena asap tebal masih terus menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten. Asap tebal yang belum teratasi membuat kualitas udara memburuk hingga kondisi berbahaya.

“Buruknya kualitas udara tersebut masih terjadi hingga Kamis (19/9). Siswa semakin banyak yang terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan diare. Karena seluruh SMA dan sedarajat di Kota Jambi dan kabupaten yang masih diselimuti asap harus kembali diliburkan. Kewenangan Pemprov Jambi hanya meliburkan SMA dan sedarajat, Untuk PAUD hingga SMP kewenangan pemerintah kota dan kabupaten,” katanya di Jambi, Kamis (19/9) malam

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Abubakar di Jambi, Kamis (19/9/2019) mengatakan, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha juga menginstruksikan seluruh sekolah di Kota Jambi meliburkan siswa. Libur sekolah mulai tingkat PAUD, SD dan SMP diberlakukan dua hari, Jumat – Sabtu (20 – 21/9).

Menurut Abubakar, seluruh sekolah di Kota Jambi terpaksa kembali diliburkan karena indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Jambi masih tinggi. Berdasarkan data alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System /AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, ISPU di Kota Jambi hingga Kamis (19/9) sore mencapai 382 partikel per million (ppm) atau kategori berbahaya.

“Tingginga ISPU ini sudah terjadi selama beberapa pekan ini. Angka ISPU tersebut tidak turun hingga Kamis dan diperkirakan meningkat lagi karena asap tebal masih menyelimuti Kota Jambi. Karena itu sekolah harus diliburkan kembali,”katanya.

Dijelaskan, selama libur sekolah, guru dan staf sekolah tetap masuk kerja. Guru diminta memberikan tugas atau pekerjaan rumah kepada seluruh siswa yang libur. Seluruh sekolah di Kota Jambi diminta terus koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk mengetahui ada tidaknya perpanjangan libur sekolah.

Selain di Kota Jambi, seluruh sekolah di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi juga diliburkan terkait dampak asap. Libur sekolah di daerah diberlakukan Jumat – Sabtu (20 – 21/9).



Sumber: Suara Pembaruan