478 Balita di Tanjungjabung Barat Terkena ISPA

478 Balita di Tanjungjabung Barat Terkena ISPA
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos Harry Hikmat mengunjungi safe house korban asap. ( Foto: istimewa / istimewa )
Radesman Saragih / CAH Jumat, 20 September 2019 | 09:03 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sedikitnya 478 orang bayi lima tahun (balita) di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) menyusul asap tebal yang menyelimuti daerah itu. Balita penderita ISPA tersebut diketahui dari laporan 16 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di dearah itu.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabar, Johannes menjelaskan, anak balita banyak terkena ISPA di daerah itu akibat terus memburuknya kualitas udara akibat asap.

“Anak-anak yang terkena ISPA tersebut sudah mendapat perawatan di puskesmas dan rumah sakit. Kemudian petugas puskesmas dan rumah sakit juga mengimbau orang tua melindungi anak dari asap dengan menggunakan masker,” ujarnya di Kualatungkal, Tanjabbar, Jambi, Kamis (19/9/2019).

Dijelaskan, anak-anak balita banyak terserang ISPA di daerah ini karena asap tebal masuk hingga ke dalam rumah. Kondisi demikian membuat anak-anak balita terpapar asap. Sedangkan anak-anak sekolah juga banyak terserang ISPA akibat banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Menurut Johannes, total kasus ISPA di daerah itu hingga pekan ketiga September sudah mencapai 826 kasus. Sekitar 478 kasus ISPA terjadi pada anak balita, sedangkan 348 kasus terjadi pada anak-anak sekolah SD hingga SMP.

“Kasus ISPA ini baru yangkami peroleh dari pasien yang berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Kemungkinan masih banyak kasus ISPA yang belum terdata karena tidak tercatat di puskesmas dan rumah sakit. Kemudian jumlah kasus ISPA ini juga masih bisa bertambah karena asap tebal masih menyelimuti daerah ini,” katanya.

ISPA di Bungo

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Safaruddin Matondang mengatakan, kasus ISPA di daerah itu juga terus meningkat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti daerah itu masih tebal. Total kasus ISPA di Kabupaten Bungo hingga Kamis (19/9/2019) sudah mencapai 1.807 kasus.

“Peningkatan kasus ISPA di daerah itu cukup drastis selama dua pekan terakhir. Pekan pertama September, kasus ISPA di daerah itu tercatat sekitar 913 kasus dan pekan kedua September sempat turun menjadi 894 kasus. Namun pekan ketiga September, kasus ISPA di Bungo naik lagi menjadi 1.807 kasus,” katanya.

Drastisnya peningkatan kasus ISPA di Bungo akibat kualitas udara yang terus memburuk. Asap tebal yang masih terus menyelimuti Bungo membuat angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga terus meningkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, Prasetyo menjelaskan, angka ISPU di Muarabungo, Kabupaten Bungo, Kamis (19/9) mencapai 354 partikel per million (ppm), kategori berbahaya atau sangat tidak sehat. ISPU tersebut meningkat dratis dibandingkan sepekan sebelumnya sekitar 150 ppam atau kategori tidak sehat.

“Mencegah peningkatan kasus ISPA akibat kualitas udara yang terus memburuk ini, warga kami harapkan menggunakan masker, khususnya jika melakukan kegiatan di luar rumah. Anak – anak sekolah juga hendaknya diliburkan,”katanya. 



Sumber: Suara Pembaruan