Rektor Baru UI Dipilih 25 September

Rektor Baru UI Dipilih 25 September
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Saleh Husin (kanan) bersama Ketua Pansus Pilrek Universitas Indonesia Wiku Adisasmito saat mengumumkan tujuh nama calon rektor 2019-2024 di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin (16/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 20 September 2019 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presentasi tujuh calon rektor Universitas Indonesia telah digelar dan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia telah menetapkan tiga calon Rektor UI yang akan maju ke tahap selanjutnya. Ketiganya akan menjalani tahap debat terbuka sekaligus pemilihan pada 25 September 2019 di kampus UI Depok, Jawa Barat.

Ketiga nama calon rektor UI tersebut adalah Prof Abd Haris, Prof Ari Kuncoro, dan Prof Budi Wiweko. Mereka dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan ditetapkan sesuai dengan Berita Acara BA-461/UN2.MWA/OTL.01/2019 tanggal 19 September 2019 yang ditetapkan pada rapat paripurna Majelis Wali Amanat UI (MWA UI) pada Kamis (19/9/2019) malam.

"Mereka dipilih karena visi misi, rencana strategis, capaian UI serta gagasannya dianggap mewakili keinginan civitas academica UI. Nilai akhir terdiri tiga komponen, yakni komponen presentasi, komponen karakter yang telah didapat berdasarkan assasement sebelumnya. Kompnen kompetensi yang penilaiannya menggunakan bobot yakni presentasi 60 persen, bobot karakter 20 persen dan bobot untuk kompetensi 20 persen. Berdasarkan itu semua maka kami pilih tiga calon tersebut untuk mewakili dalam ajang debat yang akan digelar 25 September 2019 mendatang. Di hari yang sama kemudian akan dipilh rektor UI untuk periode 2019-2024," ungkap Saleh Husin selaku ketua MWA UI.

Saleh Husin menilai pemilihan rektor UI berjalan transparan dan akuntabel lantaran calon yang dipilih dianggap sesuai dengan keinginan bersama.

"Pemilihan rektor UI ini akan berjalan secara transparan dan profesional dari awal hingga nanti debat publik. Harapannya rektor UI nantinya akan bisa memwakili civitas academica UI. Prosesnya sendiri bisa disaksikan sendiri oleh seluruh dosen, mahasiswa dan masyarakat umum," lanjutnya.

Terkait dengan wacana rektor asing yang diungkapkan menristekdikti, menurutnya UI hingga kini masih mengacu pada statuta UI yang mengharuskan rektor UI adalah warga negara Indonesia dan bergelar doktor.

"Selama undang-undangnya belum diubah, pastinya tidak bisa dan harus sesuai dengan PP yang ada. Saya melihat wacana rektor asing sendiri menjadi pemacu para akedimisi di Indonesia agar lebih maju agar rektor-rektor yang ada tidak berasal dari luar Indonesia. Saya sendiri menilai tiga calon yang kami pilih ini sudah sesuai dengan keinginan bersama," kata Saleh Husin.

Harapan Sri Mulyani 
Proses pemilihan rektor UI sendiri memang jadi sorotan di masyarakat khususnya bagi dunia pendidikan di Indonesia. Rektor UI ke depan diharapkan akan mampu merespons tantangan zaman. Hal itu pula diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang turut hadir saat presentasi rektor UI.

"Saya rasa yang baik untuk Universitas Indonesia, karena kita semua tahu bahwa SDM adalah sangat penting bagi suatu negara. Fungsi UI secara historis sebagai suatu lembaga yang memiliki peranan penting. Sekarang tentu tertantang dengan kondisi perekonomian yang berubah, teknologi yang berubah, kemudian arus informasi, arus manusia, arus ide, semuanya ini mengharuskan UI untuk juga merespons," ujar Sri Mulyani.

Dia berharap nanti ada pimpinan dari Universitas Indonesia yang bisa membawa almamaternya menjawab tantangan-tantangan zaman sekarang ini dan ke depan.

"Saya menilai proses pemilihan rektor UI yang sedang berjalan ini dilakukan sesuai prinsip good governance dan sesuai dengan aturan yang ada serta melihat semua aspek. Jadi saya pikir semua akan puas dengan hasilnya nanti," kata Sri Mulyani.

Selain Sri Mulyani, sejumlah tokoh dan politisi turut hadir dalam pemaparan dan presentasi tujuh calon rektor UI periode 2019-2024, seperti Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan pengusaha Erick Thohir.



Sumber: BeritaSatu.com