Gubernur Kalsel Harap Dibangun Jalur Kereta Api

Gubernur Kalsel Harap Dibangun Jalur Kereta Api
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (kiri) dan Wakil Gubernur Rudy Resnawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 12 Februari 2016. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 20 September 2019 | 10:03 WIB

Banjarbaru, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan adanya pembangunan transportasi massal. Misalnya, berupa jalur kereta api (KA) yang menghubungkan antarprovinsi di Pulau Kalimantan.

“Harapan kita infrastruktur transportasi massal dibangun karena Kalimantan termasuk boleh dikatakan ketinggalan. Orang di sana sudah bercerita kereta cepat, kita kereta lambat saja belum,” ungkap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kalsel, Kamis (19/9/2019) malam.

Dalam berbagai kesempatan, Sahbirin kerap menyanyikan lagu dangdut berjudul Kereta Malam ciptaan Rhoma Irama yang dipopulerkan Elvi Sukaesih. Sebenarnya, menurut Sahbirin, KA sudah pernah dicanangkan hingga pada kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Makanya saya tuh sering menyanyi lagu Kereta Malam. Bentuk upaya, wujud menjadi doa lah. Bisa suatu saat kereta, koneksitas perkeretaapian ada di Kalimantan. Sudah pernah dicanangkan, sampai Amdal,” ujar Sahbirin.

Sahbirin Noor mengungkapkan dirinya pernah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pentingnya pembangunan jalur kereta api (KA) di Pulau Kalimantan. Presiden Jokowi merespons positif.

“Sudah pernah sampaikan ke Bapak Presiden, waktu di Istana Negara. Mungkin harus butuh perencanaan. Tapi kita kan sudah sampai amdal. Kabupaten/ kota kalau enggak salah sudah diminta menyiapkan lahan. Masalahnya selama ini biayanya kan cukup besar. Jadi, butuh atensi dari Bapak Presiden atau pemerintah pusat,” jelas Sahbirin.

Menurut Sahbirin, Pemerintah Provinsi Kalsel tengah berencana untuk membangun jalan bebas hambatan menuju Kalimantan Timur (Kaltim). “Rencana tersambung sampai Kaltim dan daerah lain, karena kita kerja untnuk masa depan,” tutur Sahbirin.

Sahbirin optimistis apabila ibu kota negara pindah ke daerah di Kaltim, maka infrastruktur transportasi massal, khususnya KA akan dibangun secara masif. Pasalnya, KA merupakan salah satu moda transportasi massal yang sangat dibutuhkan.

“Saya yakin pasti jadi (KA di Kalimantan). Pastinya pemindahan ibu kota jadi pemantik. Karena yang namanya ibu kota itu butuh transportasi massal. Kereta api bisa angkut orang banyak. Bisa juga digunakan angkut barang,” demikian Sahbirin.

Sahbirin menambahkan, Kalsel juga bakal merasakan dampak positif ibu kota negara yang disebut berada di Penajam Passer Utara dan Kutai Kartanegara. Sebab, sejumlah kabupaten di Kalsel, berbatasan langsung dengan Kaltim.

“Namanya Penajam itu berbatasan dengan Tabalong (Kalsel). Tabalong itu berbatasan juga dengan Kalteng. Penajam juga berbatasan dengan Kota Baru yang juga wilayah Kalsel. Dulu Kota Baru pernah kita usulkan jadi ibu kota negara,” imbuh Sahbirin.



Sumber: Suara Pembaruan