Renang dan Dayung ala Marinir Pulihkan Pariwisata Tigaras-Samosir

Renang dan Dayung ala Marinir Pulihkan Pariwisata Tigaras-Samosir
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan l (Yonmarhanlan) Belawan, Sumatera Utara (Sumut) menggelar acara renang dan dayung perahu karet di kawasan Danau Toba, yang dimulai dari pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan berakhir di pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat, 20 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Jumat, 20 September 2019 | 13:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka menyambut HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menggerakkan pariwisata di Tigaras dan Samosir setelah tragedi tengggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan l (Yonmarhanlan) Belawan menggelar acara renang dan dayung perahu karet di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (20/9/2019). Acara itu dimulai dari pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan berakhir di pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Peserta renang dan dayung dilepas oleh Kadispora Sumut Baharuddin Siagian dengan didampingi antara lain Komandan Yonmarhanlan I Letkol Marinir James Munthe MTr Hanla, Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Lantamal I Belawan Letkol Marinir Felix Pakpahan, dan Kepala Desa Tigaras, Mika Jaya Sitio.

Dalam sambutannya, Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian menyampaikan apresiasi dan bangga kepada peserta renang dan dayung yang menunjukkan patriotisme TNI AL dan berharap kegiatan ini akan berdampak positif kepada kunjungan turis ke Tigaras dan Samosir.

"Kita berharap para turis merasa aman dan dapat menikmati keindahan alam yang ada di sekitar Danau Toba," katanya.

Sementara, Komandan Yonmarhanlan I, Letkol Marinir James Munthe mengatakan, pihaknya ingin berperan memulihkan pariwisata Danau Toba setelah tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Juni 2018.

"Kegiatan ini digelar dengan harapan bisa meningkatkan ketahanan fisik prajurit dan yang lebih utama dapat menggalakkan kembali pariwisata di kawasan Danau Toba, khususnya di alur pelayaran kapal dari Tigaras ke Simanindo, setelah tenggelamnya KM Sinar Bangun," ucapnya.

Ditambahkan, berenang dan mendayung perahu karet dengan jarak tempuh kurang lebih 8 kilometer itu sengaja dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dan turis bahwa kawasan itu aman. "Danau Toba aman bagi wisatawan yang hendak menyeberang dalam menikmati masa liburan asalkan tetap mengikut aturan yang ada dan menjaga kearifan lokal," katanya.

Agenda ini pun disambut positif oleh Kepala Nagori (Kepala Desa) Tigaras, Mika Jaya Sitio. “Kegiatan ini sangat membantu memulihkan pariwisata di Tigaras, yang dirasakan lesu setelah tragedi KM Sinar Bangun. Selama ini kita sudah berupaya semaksimal mungkin menggalakkan pariwisata di Tigaras,” ujarnya.

Kepala Desa Tigaras itu berharap dengan kegiatan yang laksanakan marinir ini dapat mengembalikan gairah pariwisata di Danau Toba, khususnya di alur pelayaran Tigaras ke Simanindo. "Kita berharap kegiatan ini berdampak positif dan menjadi daya tarik terhadap kunjungan wisata ke Tigaras dan Samosir," tambah Mika.

Dalam kegiatan yang tergolong ekstrem ini, tim dayung berhasil tiba di pelabuhan Simanindo, Samosir, dengan memakan waktu 1 jam 5 menit. Sementara, tim renang sampai di garis finish dengan waktu 2 jam 20 menit.

Setelah pelaksanaan renang dan dayung, acara dilanjutkan dengan pelepasan bibit ikan mas secara simbolis oleh Danyonmarhanlan I bersama seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam mengelenggarakan acara tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan