Polisi Gagalkan Penyelundupan 145 Jenis Burung Langka Asal Papua
INDEX

BISNIS-27 532.645 (3.13)   |   COMPOSITE 6373.41 (-9.3)   |   DBX 1200.38 (6.93)   |   I-GRADE 185.572 (-0.24)   |   IDX30 530.591 (2.14)   |   IDX80 143.3 (0.14)   |   IDXBUMN20 436.746 (-1.2)   |   IDXESGL 146.832 (0.84)   |   IDXG30 145.313 (-0.2)   |   IDXHIDIV20 465.476 (2.68)   |   IDXQ30 150.721 (0.68)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-3.47)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (-5.2)   |   IDXV30 150.9 (-1.16)   |   INFOBANK15 1063.78 (5.08)   |   Investor33 452.728 (3.19)   |   ISSI 189.451 (-0.96)   |   JII 667.742 (-3.72)   |   JII70 234.615 (-1.77)   |   KOMPAS100 1279.35 (-0.32)   |   LQ45 988.752 (3.29)   |   MBX 1764.22 (-4.55)   |   MNC36 335.71 (1.36)   |   PEFINDO25 340.233 (0.13)   |   SMInfra18 325.434 (2.79)   |   SRI-KEHATI 386.573 (3.1)   |  

Polisi Gagalkan Penyelundupan 145 Jenis Burung Langka Asal Papua

Jumat, 20 September 2019 | 15:32 WIB
Oleh : Aries Sudiono / JEM

Surabaya, Beritasatu.com - Ditpolair Polda Jawa Timur (Jatim) menggagalkan usaha penyelundupan 145 burung langka dan tiga kepala rusa lengkap dengan tanduknya asal Papua di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (19/9/2019). Dalam pengungkapan kasus ini, empat terduga pelaku pemilik binatang langka yang dilindungi itu ditangkap dan hingga kini masih dalam proses pendalaman. Seluruh satwa tersebut kini diamankan sebagai barang bukti, di antaranya 27 ekor burung Jagal Papua, 92 ekor Cucak Papua, 22 ekor burung Katsuri, seekor koak dan tiga kepala beserta tanduk rusa asal Papua.

“Kasus penyelundupan ini terbongkar ketika petugas kami memeriksa kapal kargo KM Senja Persada (SP) yang baru sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Semua satwa langka yang dilindungi itu kita temukan di dalam ruang mesin kapal. Tidak ada surat selembarpun yang membuktikan keberadaan burung-burung asal Papua yang dilindungi itu,” ujar Wadir Polair AKBP Kobul Syarin Ritonga, dalam keterangan persnya, Kamis.

Diungkapkan, untuk mengelabuhi petugas, burung-burung asal Papua itu dimasukkan dalam sangkar dan ditutup dengan kain dan barang-barang lainnya sehingga tidak terlihat.

AKBP Kobul Syarin Ritonga, membenarkan, tidak ada dokumen apapun yang dibawa keempat orang pemiliknya itu kendati mereka mengetahui bahwa burung-burung tersebut masuk katagori langka dan dilindungi. “Satwa ini berendemik di Papua,” ujar AKBP Kobul Syarin Ritonga sambil menambahkan, keempat terduga pelaku sengaja membeli burung tersebut dari warga Papua dengan harga sangat murah dan selanjutnya dibawa secara gelap ke Pulau Jawa untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Sementara untuk proses penyelamatan, ratusan burung tersebut akan dititipkan pemeliharaannya di kandang transit Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Juanda, Surabaya. Dalam kandang itu semua satwa langka itu dilakukan proses karantina dan pemeriksaan kesehatannya sebelum nantinya satwa dilindungi tersebut akan dilepaskan kembali ke habitat asalnya di Papua, ujar AKBP Kobul Syarin Ritonga.

“Kami masih telusuri kepada siapa saja burung-burung ini akan dijual,” tandasnya sambil membenarkan bahwa keempat pelaku dijerat pelanggaran Pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Mereka diancam hukumannya pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pesta Miras Rengut 4 Nyawa, Polres Malang Razia 14 Toko

Sekitar 1.280 botol miras berbagai merek yang dijual secara tanpa izin.

NASIONAL | 20 September 2019

Sekolah Satu Atap Solusi untuk Siswa di Daerah 3T

Sebelumnya, jika ingin melanjutkan pendidikan, lulusan SD di sini harus menyeberang ke pulau lainnya dan menetap di sana.

NASIONAL | 20 September 2019

Polda NTT Dapat Tambahan 5 Polres Baru

Polres Sabu Raijua, Polres Malaka, Polres Nagakeo, Polres Manggarai Timur dan Polres Sumba Barat Daya (SBD) resmi terbentuk.

NASIONAL | 20 September 2019

Pendakian Gunung Semeru Dibatasi Hingga Ranu Kumbolo

Jalur pendakian dibatasi karena kebakaran yang melanda sebagian wilayah Gunung Semeru.

NASIONAL | 20 September 2019

Polda Kalbar Kembali Segel 5 Lahan Perkebunan Sawit

Polda Kalbar kembali menyegel 5 lokasi perkebunan sawit di wilayahnya, karena menemukan kebakaran lahan pada konsensi milik perusahaan tersebut.

NASIONAL | 20 September 2019

Pasal 48 dan 50 RUU KUHP Dinlai Hambat Bisnis dan Investasi

Dua pasal tersebut memasukkan rumusan yang tidak jelas dan sulit untuk diimplementasikan dalam tataran penegakan hukum.

NASIONAL | 20 September 2019

Tolak RUU KUHP, PSI: Adopsi Hukum Adat Cemaskan Pebisnis

Banyaknya pasal karet dalam RUU KUHP sama saja melarang secara tidak langsung kepada investor untuk tidak berinvestasi di Indonesia.

NASIONAL | 20 September 2019

Jokowi Minta Pengesahan RUU KUHP Ditunda

Jokowi berharap DPR bersikap sama dengan pemerintah.

NASIONAL | 20 September 2019

Wakil Ketua BPK: Pemeriksa BPK Harus Berintegritas, Independen, dan Profesional

Pemeriksa dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus memiliki nilai integritas, independensi, dan professional. Pemeriksa BPK dalam mengambil keputusan terkait pemeriksaan harus independen dan berpegang teguh pada standar pemeriksaan keuangan negara (SPKN) yang telah disusun dengan merujuk international supreme audit institutions standart (ISAIS)

NASIONAL | 20 September 2019

Tersangka Korporasi Kasus Karhutla Terancam Pasal Berlapis

Saat ini ada 249 tersangka yang sudah ditetapkan polisi dimana enam diantaranya adalah korporasi.

NASIONAL | 20 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS