Atasi Karhutla, Pemerintah Siapkan Tiga Posko Modifikasi Cuaca

Atasi Karhutla, Pemerintah Siapkan Tiga Posko Modifikasi Cuaca
Pesawat Hercules C-130 TNI AU digunakan untuk menebar garam dari udara sebagai upaya pembuatan hujan buatan ( Foto: Antara/ Feny Selly )
/ YUD Jumat, 20 September 2019 | 15:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika bersama dengan TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menyiapkan tiga posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mendukung upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

"Tiga posko TMC sudah disiapkan yaitu di Pekanbaru, Pontianak, dan Palangkaraya," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

BMKG aktif menyediakan informasi kondisi cuaca berupa prediksi potensi pertumbuhan awan hujan dan sebarannya yang berlaku dua hari serta hasil pemantauan rutin terhadap pertumbuhan dan perkembangan awan menggunakan radar cuaca setiap 10 menit.

Informasi tersebut, Fachri mengatakan, penting untuk menentukan lokasi dan waktu penerapan TMC serta rute penerbangan untuk menebarkan garam guna memicu pertumbuhan awan hujan.

Pada Rabu (18/9) sekitar pukul 16.00 WIB hujan turun selama 30 menit dengan intensitas sedang di daerah Kelurahan Batu Teritip, Dumai, Riau, setelah penyemaian garam dilakukan di sana.

Penyemaian garam, menurut dia, dilakukan setelah BMKG mendeteksi adanya bibit awan di daerah Dumai, Rokan Hilir, dan Padang Sidempuan.

Selanjutnya, pada Kamis (19/9), hujan deras turun di Kelurahan Teluk Blitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti; hujan ringan turun di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai; dan hujan deras turun di daerah Pasir Pangaraian Rokan Hulu berkat penerapan teknologi modifikasi cuaca.

"BMKG siap terus mendukung kegiatan TMC yang dilakukan oleh BPPT, TNI, dan BNPB dalam rangka penanggulangan dampak kebakaran hutan dan lahan, dengan terus memberikan layanan informasi," kata Fachri.



Sumber: ANTARA