Soal Pasal Alat Kontrasepsi, Menkumham: Cegah Anak dari Seks Bebas

Soal Pasal Alat Kontrasepsi, Menkumham: Cegah Anak dari Seks Bebas
Ilustrasi kondom. ( Foto: Getty Images via Mirror )
Yustinus Paat / WBP Jumat, 20 September 2019 | 22:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly memberikan klarifikasi terhadap sejumlah pasal dalam RUU KUHP yang menjadi polemik di publik. Salah satunya adalah Pasal 414 RUU KUHP tentang mempertunjukkan alat kontrasepsi.

Pasal 414 ini menyebutkan, setiap orang yang secara terang-terangan mempertunjukkan, menawarkan, menyiarkan tulisan, atau menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan kepada anak dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I.

Yasonna mengatakan pihak mengatur hal tersebut agar mencegah anak dari seks bebas. "Ketentuan ini untuk memberikan pelindungan kepada anak agar terbebas dari seks bebas dan tidak menjerat kepada orang yang telah dewasa," ujar Yasonna di Kantor Kemenkumham, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

Yasonna mengatakan bahwa memperlihatkan alat kontrasepsi dikecualikan untuk program KB, pencegahan penyakit menular, kepentingan pendidikan dan untuk ilmu pengetahuan. Termasuk, kata dia, tidak dipidana jika yang melakukan hal tersebut adalah relawan yang kompeten yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang. "Ketentuan ini diatur juga dalam UU kesehatan, maka kita buat dia dalam generik formnya, karena ini adalah KUHP bersifat kodefikasi yang terbuka," tandas dia.

Selain itu, Yasonna menegaskan satu hal penting terkait pidana memperlihatkan alat kontrasepsi ini, yakni ancaman pidananya dalam RUU KUHP lebih rendah dibandingkan dalam KUHP yang ada sekarang.

"Ketentuan hukum pidana kita atur dan ancaman hukum pidananya itu lebih rendah dari KUHP yang ada. Jadi supaya jelas bukan lebih berat dari hukum pidana yang ada dari KUHP sekarang," pungkas dia.

Tindak pidana mempertujunkkan alat kontrasepsi sekarang diatur dalam Pasal 534 KUHP. Pasal ini menyatakan, barangsiapa secara terang-terangan mempertunjukkan sesuatu sarana untuk mencegah kehamilan maupun secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan, ataupun secara terang-terangan atau dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta, menunjuk sebagai bisa didapat, sarana atau perantaraan (diensten) yang demikian itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau pidana denda paling banyak tiga ribu rupiah



Sumber: BeritaSatu.com