Inuki Berkontribusi dalam Sidang Umum IAEA di Austria
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Inuki Berkontribusi dalam Sidang Umum IAEA di Austria

Sabtu, 21 September 2019 | 00:06 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Wina, Beritasatu.com - Sidang Umum International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-63 telah berlangsung di Wina, Austria sejak Senin (16/9/2019) hingga berakhir Jumat (20/9/2019). Dalam kesempatan penting itu, peserta konferensi dari Indonesia juga merangkainya dengan rapat koordinasi (Rakor) Delegasi RI General Confrence IAEA.

Hadir pada sidang umum IAEA itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Indonesia turut berkontribusi dalam bidang teknologi nuklir untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Inuki Dorong Pengembangan Layanan Pet Scan

Selain Menristekdikti dan jajaran, Delegasi RI juga diisi oleh Kemlu, Kemkes, Batan, Bapeten, KBRI/PTRI Wina dan PT Inuki. Dalam rangkaian Sidang Umum IAEA ini, delegasi Indonesia juga secara aktif melakukan pertemuan bilateral dengan banyak mitra potensial dari negara anggota lain untuk mengembangkan industri nuklir di Indonesia.

Direktur Produksi dan Penjualan PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI), Bunjamin Noor, menyatakan kebanggaannya bisa hadir pada Sidang Umum IAEA itu.

"Inuki baru pertama kali diundang untuk mengikuti agenda ini, dan kita melihat bahwa dunia nuklir di dunia sudah sangat maju. Sesuai dengan rencana program nasional Inuki dalam penyebaran cyclotron dan PET CT Scan, serta rencana pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dimana Batan sebagai badan peneliti, maka sewajarnya Inuki sebagai bagian dari rencana tersebut," kata Bunjamin dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, Jumat (20/9/2019).

Sementara itu, Menristekdikti, Mohamad Nasir, dalam sambutannya pada sidang IAEA menyatakan, Indonesia sangat mendukung hal ini dan telah memperkuat kemampuan safeguards nuklir yang dikembangkan IAEA di kawasan Asia Pasifik, antara lain melalui keketuaan Indonesia pada Asia-Pacific Safeguards Network (APSN).

Baca Juga: Perkuat Sinergitas, Inuki Gandeng Enam Perusahaan

Nasir juga menyebut Indonesia telah memiliki Practical Arrangement dengan IAEA untuk memudahkan kerja sama teknis diantara negara berkembang. Indonesia juga telah memposisikan diri sebagai negara pemberi bantuan.

"Sebagai bukti, Indonesia telah ditunjuk oleh IAEA sebagai Collaborating Centre for Plant Mutation Breeding, menjadi negara kontributor IAEA Peaceful Uses Initiatives, dan menjadi negara penyedia bantuan untuk meningkatkan kapasitas teknis nuklir sejumlah negara dalam kerangka Nuclear Capacity Project yang akan dimulai tahun depan," ujar Nasir.

Dalam forum di Wina, Nasir juga mempromosikan keunggulan Indonesia di sektor pertanian. Dengan teknologi nuklir, Indonesia telah berinovasi mengembangkan varietas padi dan kedelai unggul yang berkontribusi terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional. Begitu juga dengan sektor kesehatan yang juga telah bekerja sama dengan kedokteran nuklir nasional.

"Saat ini, Indonesia dan IAEA bekerja sama mengembangkan kemampuan kedokteran nuklir nasional, khususnya untuk penanganan penyakit kanker," tegas Nasir.

Adapun hal lain yang mendapat perhatian banyak negara adalah inovasi Indonesia dalam memajukan edukasi nuklir kepada generasi muda, melalui konsep internet reactor laboratory. Selama sepekan ini, Indonesia memamerkan metode distant learning dimana aktivitas reaktor riset Kartini di Yogyakarta dapat dipantau secara live melalui jaringan internet dari markas PBB di Wina.

Sidang Umum IAEA sendiri merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan bagi negara-negara anggota PBB untuk menentukan arah kebijakan IAEA untuk menjamin penggunaan energi dan teknologi nuklir semata-mata untuk tujuan damai.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSI Apresiasi Keputusan Jokowi Tunda RUU KUHP

RUU KUHP ini lebih buruk dari KUHP sekarang, karena tidak ada satu pun pasal yang dihapus.

NASIONAL | 20 September 2019

Menkumham: Kalau Tidak Diatur, Pemerintah Dituduh Setuju Perzinahan

"Perzinahan merupakan delik aduan dalam konteks dan nilai-nilai masyarakat Indonesia."

NASIONAL | 20 September 2019

Ketua Tim Perumus Bertekad Tuntaskan RUU KUHP

Indonesia telah merdeka 74 tahun sehingga perlu memiliki hukum pidana sendiri yang lebih bermartabat dan lengkap.

NASIONAL | 20 September 2019

Citi Indonesia Dorong Kewirausahaan Sosial Generasi Muda

Citibank memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

NASIONAL | 20 September 2019

Soal Pasal Alat Kontrasepsi, Menkumham: Cegah Anak dari Seks Bebas

Memperlihatkan alat kontrasepsi dikecualikan untuk program KB.

NASIONAL | 20 September 2019

Sebanyak 120 Petinggi Pengadilan Raih Rekomendasi Kompeten

Kredibitas dan kompetensi profesi humas merupakan salah satu kunci dalam membangun persepsi publik.

NASIONAL | 20 September 2019

Jaksa Agung Terus Ikuti Perkembangan RUU KUHP

Sejumlah pasal dalam RUU KUHP menuai kontra sejumlah pihak sehingga didesak untuk tidak terburu-buru disahkan.

NASIONAL | 20 September 2019

Pengesahan RKUHP Ditunda, Pengamat: Presiden Akhirnya Dengar Kritik

"Kita semua mesti mengapresiasi, Presiden akhirnya mau mendengarkan kritik," jelas Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti.

NASIONAL | 20 September 2019

Menkumham Akui RUU KUHP Kurang Sosialisasi

Kurangnya sosialisasi itu menyebabkan banyak norma dalam RUU KUHP yang menjadi salah persepsi hingga menimbulkan kontroversi.

NASIONAL | 20 September 2019

Kabut Asap Masih Selimuti Kota Medan

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.

NASIONAL | 20 September 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS