Gunakan Fogging, Pendemo Desak 3 Pimpinan KPK Mundur

Gunakan Fogging, Pendemo Desak 3 Pimpinan KPK Mundur
Unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jumat 20 September 2019. ( Foto: dok )
Fana Suparman / RSAT Sabtu, 21 September 2019 | 09:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sasaran aksi demonstrasi, Jumat (20/9). Dalam aksi ini, massa yang menamakan diri Himpunan Aktivis Milenial Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI menggelar teatrikal pengasapan nyamuk atau fogging.

Tiga orang berkostum nyamuk, dan dua orang berkostum petugas fogging pun melakukan aksinya. Mereka yang berkostum nyamuk itu disebutkan sebagai simbol Komisioner KPK periode 2015-2019. Setelah itu, pemeran petugas fogging pun menyemprotkan asap itu ke Gedung KPK.

Aksi teatrikal ini dilakukan massa aksi sebagai simbol desakan kepada pimpinan KPK periode 2015-2019 yang dipimpin Agus Rahardjo untuk mundur karena sudah ada pimpinan baru yang terpilih dalam proses di DPR.

"Mendesak tiga Pimpinan KPK, Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode Mohammad Syarif segera hengkang dan angkat kaki dari KPK," kata Koornas HAM Indonesia Asep Irama kepada wartawan, Jumat (20/9/2019).

Aksi demonstrasi ini sempat memanas saat aparat kepolisian mencoba memadamkan ban yang tengah dibakar massa di depan Gedung KPK. Kericuhan terjadi saat aparat kepolisian mencoba mengendalikan situasi dengan mengamankan benda-benda yang dibawa para peserta aksi.

Tindakan itu memicu emosi massa. Aksi saling dorong pun terelakkan. Bahkan, sejumlah peserta aksi melemparkan tongkat ke barisan polisi yang sedang berjaga di pagar masuk gedung KPK

Asep menegaskan, pihaknya hanya menggelar aksi damai. Namun, pihak keamanan menanggapi secara berlebihan aksi ini. Bahkan, Asep menyebut sejumlah peserta aksi sempat terkena pukulan. Meski aksi kali ini sempat menimbulkan kericuhan, Asep menegaskan pihaknya akan kembali menggelar aksi di Gedung KPK.

"Senin kami akan kembali lagi sampai Agus, Saut dan Laode betul-betul mengundurkan diri dan meninggalkan Gedung KPK," tuturnya.

Selain meminta pimpinan KPK mundur, Asep mengatakan pihaknya juga mendesak Wadah Pegawai (WP) KPK dibubarkan. Menurutnya, WP KPK telah melakukan politik praktis dan menghimpun kekuatan untuk melawan negara.

"Wadah Pegawai KPK telah berfungsi sebagai 'pressure group' terhadap kebijakan pimpinan untuk memaksakan tuntutannya," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan