Akses Transportasi Joglosemar Ditargetkan Rampung Akhir 2020

Akses Transportasi Joglosemar Ditargetkan Rampung Akhir 2020
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memberi keterangan kepada media usai membuka pameran Indotrans Expo 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), 13 September 2019 ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Thresa Sandra Desfika / FMB Sabtu, 21 September 2019 | 13:25 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan sebagian besar akses transportasi penunjang kawasan Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar) rampung pada akhir 2020. Dengan lengkapnya akses tersebut diharapkan kunjungan wisatawan kian meningkat ke kawasan itu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, satu per satu fasilitas transportasi di Joglosemar berhasil dituntaskan, di antaranya terminal baru Bandara Ahmad Yani (Semarang) dan Bandara Internasional Yogyakarta/YIA (Kulonprogo). Namun, pemerintah tidak berhenti karena tengah menyiapkan sekaligus mengerjakan beberapa proyek penghubung lainnya.

"Sekarang bagaimana kita sedang menghubungkan YIA dengan tempat lain. Jalan tol sudah akan dijalankan. Konektivitas kereta api menuju Yogyakarta segera akan kita bangun dan tahun depan selesai. Konektivitas kereta api dari Yogya menuju Candi Borobudur juga sudah dirancang," ungkap Budi Karya di Yogyakarta, Sabtu (21/9/2019).

Budi menambahkan, disiapkan pula jalan akses langsung dari YIA ke Borobudur sepanjang 53 kilometer dan lebar 9 meter. Dengan lebarnya jalan tersebut diharapkan kendaraan besar, seperti bus, lebih leluasa dalam melewatinya.

"Kami diperintahkan Presiden itu semuanya akhir 2020 selesai. Sebagai contoh akses bandara yang dari kota ke bandara yang kereta apinya itu harus Oktober atau November ini selesai. Akses dari YIA ke Yogyakarta itu harus selesai akhir 2020. Akses dr Kulonprogo ke Borobudur yang jalan lebar 9 meter itu harus selesai pertengahan tahun depan," terang Budi Karya.

Menhub menaksir, dengan lengkapnya akses transportasi diperkirakan geliat pariwisata Joglosemar bakal kian ramai sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerahnya.

"Jadi Pak Presiden detail perintahkan kepada kami dan kompak untuk melengkapi antara satu dengan yang lain. Harapannya pariwisata ini jadi suatu unggulan," lengkap Menhub.



Sumber: Suara Pembaruan