Pemidanaan RUU KUHP Gunakan Delphi System, Bukan Perasaan

Pemidanaan RUU KUHP Gunakan Delphi System, Bukan Perasaan
Yasonna H Laoly. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / WBP Minggu, 22 September 2019 | 08:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan ancaman hukuman dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) menggunakan delphy system. Dengan sistem ini, bobot pemidanaan terhadap suatu tindak pidana berdasarkan alat ukur yang jelas dan pasti, bukan berdasarkan perasaan pembuat Undang-undang.

"Di dalam pembahasan penghukuman dan pemidanaan di sini, kita menggunakan delphi system, supaya tidak berdasarkan perasaan," kata Yasonna di Kantor Kemkumham, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Dengan menggunakan sistem ini, Yasonna meyakini bobot pemidanaan akan sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan. Dengan demikian, tidak ada lagi hukuman lebih berat dari tindak pidananya.

"Ada sistem kadar beratnya. Perbuatannya begini, maka menurut sistem ada lebih berat. Jangan nanti kadar kriminalnya lebih rendah tapi hukumannya lebih tinggi. Jadi kita buat satu sistem seperti itu," kata Yasonna H Laoly.



Sumber: Suara Pembaruan