SAR Minta Warga Bantu Cari Pesawat Hilang di Papua

SAR Minta Warga Bantu Cari Pesawat Hilang di Papua
Ilustrasi pesawat hilang kontak ( Foto: Beritasatu.com )
/ WBP Minggu, 22 September 2019 | 08:52 WIB

Timika, Beritasatu.com - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika meminta dukungan warga Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, Papua untuk membantu mencari pesawat Twin Otter DHC6-400 bernomor registrasi PK-CDC yang hilang kontak di wilayah pegunungan Papua sejak Rabu (18/9/2019).

Kepala Kantor SAR Timika Monce Brury di Timika, Sabtu (22/9/2019) mengatakan berdasarkan analisis, pesawat itu melaporkan posisi terakhirnya ke menara ATC di Bandara Timika pada koordinat 37,5 mil laut radius 56 derajat pada menit 01.59 UTC.

Lima mil ke depan dari posisi terakhir itu yang diduga menjadi tempat kecelakaan pesawat Twin Otter PK-CDC di kawasan sekitar Distrik Hoeya.

"Kami sudah menyebarkan informasi melalui telepon satelit dan radio SSB ke Distrik Hoeya untuk meminta masyarakat Hoeya agar membantu dalam proses pencarian pesawat Twin Otter PK-CDC yang hilang kontak," kata Monce Brury.

Menurut dia, setiap dua jam sekali jajarannya akan mengontak aparat distrik dan aparat Kampung Hoeya mengenai perkembangan informasi pencarian oleh warga melalui jalur darat di wilayah itu.

Pencarian pesawat milik PT Carpediem Air yang hilang kontak dalam penerbangan dari Timika menuju Ilaga sejak Rabu (18/9/2019) hingga Sabtu petang itu belum membuahkan hasil sehingga diputuskan alternatif lain yaitu pencarian melalui jalur darat dengan berjalan kaki menuju titik sasaran selain melibatkan armada helikopter yang lebih banyak pada operasi SAR hari ke lima, Minggu (22/9/2019).

Komandan Pangkalan TNI AU Yohanes Kapiyau Timika Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto mengatakan fasilitas komunikasi di Distrik Hoeya sangat terbatas untuk melaporkan setiap perkembangan informasi yang didapatkan masyarakat setempat ke Timika.

Satu-satunya sarana komunikasi ke Timika hanya menggunakan peralatan radio SSB.

"Di Distrik Hoeya yaitu di Puskesmas Hoeya terdapat radio SSB untuk berkomunikasi dengan personel Kantor SAR di Timika. Sementara belum ada laporan atau temuan dari warga Hoeya terkait keberadaan pesawat yang kita cari-cari itu," kata Monce Brury.

Letkol Sugeng mengatakan pada Minggu (22/9/2019) pagi mulai pukul 06.00 WIT, proses pencarian pesawat hilang kontak itu diawali dengan menerbangkan pesawat CN 235 TNI AU untuk meninjau kondisi cuaca di lokasi sasaran.

Selanjutnya akan diterbangkan berturut-turut dua unit helikopter milik PT Freeport Indonesia dan disusul helikopter Caracal TNI AU dan helikopter milik PT Carpediem.

"Mudah-mudahan kondisi cuaca mendukung sehingga proses pencarian maksimal dan pesawat segera ditemukan," kata Sugeng.

Pencarian pesawat pada Sabtu pagi tidak bisa dilakukan lantaran kondisi cuaca di titik sasaran kurang bersahabat karena kawasan itu diselimuti kabut tebal disertai hujan deras.



Sumber: ANTARA