Satgas Karhutla Maksimalkan Tim Reaksi Cepat di Desa Sumsel

Satgas Karhutla Maksimalkan Tim Reaksi Cepat di Desa Sumsel
Ilustrasi kebakaran lahan gambut. ( Foto: ANTARA FOTO / Wahdi Septiawan )
/ WBP Minggu, 22 September 2019 | 11:42 WIB

Palembang, Beritasatu.com - Satuan Tugas Gabungan Siaga Darurat Bencana Asap Sumatera Selatan berupaya memaksimalkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan hingga ke desa-desa di wilayah setempat.

"Kami memaksimalkan TRC yang siaga setiap waktu membantu masyarakat jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar desanya," kata Komandan Satgas yang juga Komandan Korem 044 Garuda Dempo Kol Arh Sonny Septiono, di Palembang, Minggu (22/9/2019).

Tim reaksi cepat disiagakan membantu pemadaman karhutla, penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang mengalami bencana asap. "Dengan hadirnya TRC di masyarakat yang desanya terjadi karhutla, diharapkan dapat dicegah kebakaran sejak dini sebelum menjadi parah," kata Sonny Septiono.

Karhutla, Ketua DPR Dorong KLHK Bentuk Gugus Tugas

Selain memaksimalkan TRC, pihaknya juga berupaya menambah peralatan dan anggota yang ditugaskan untuk melakukan operasi darat dan udara penanggulangan karhutla.

"Menghadapi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten akhir-akhir ini pihaknya berupaya menambah anggota untuk memaksimalkan pemadaman dan mencegah kebakaran yang lebih luas," ujar Sonny Septiono.

Kabut Asap, 4 Penerbangan Alihkan Pendaratan

Operasi pencegahan dan penanggulangan karhutla yang berlangsung sejak April 2019 itu melibatkan 8.000 personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Mangala Agni, serta instansi lainnya.

Anggota satgas gabungan itu sekarang ini terus melakukan patroli darat di 90 desa rawan karhutla dan melakukan pemadaman serta pembasahan lahan menggunakan helikopter pada lokasi yang sulit dijangkau petugas.

"Selain meningkatkan operasi darat dan udara, pihaknya juga berupaya mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan pada musim kemarau tahun ini," kata Dansatgas.



Sumber: ANTARA