Sushi Tei Peduli Pentingnya Menjaga Kelestarian Laut

Sushi Tei Peduli Pentingnya Menjaga Kelestarian Laut
PT Sushi Tei Indonesia menggelar kegiatn CSR di Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu) pada tanggal 21 September 2019 meliputi penanaman 5.000 pohon bakau (mangrove), melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut, dan penanaman terumbu karang di dasar laut. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 22 September 2019 | 16:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepulauan Seribu merupakan wajah pengelolaan perairan untuk kepulauan di Indonesia. Lokasinya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan dan ibu kota negara menjadikan Kepulauan Seribu sebagai salah satu destinasi favorit untuk warga Jakarta bahkan seluruh Indonesia. Namun, perubahan iklim dan tingginya tingkat pencemaran, mengakibatkan pengurangan dan kerusakan kawasan mangrove dan terumbu karang serta kehidupan biota laut di perairan tersebut.

Menyadari hal ini, PT Sushi Tei Indonesia yang mempunyai brand Sushi Tei & Sushi Kiosk, restoran makanan khas Jepang terkemuka di Indonesia, menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tema kelautan yaitu From Sea To Sea.

Kegiatan CSR dari PT Sushi Tei Indonesia diselenggarakan di Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu) pada tanggal 21 September 2019 yang diikuti oleh seluruh jajaran direksi dan 200 karyawan. Kegiatannya meliputi penanaman 5.000 pohon bakau (mangrove), melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut, dan penanaman terumbu karang di dasar laut. 

“Kami sadar bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan sebagai sebuah restoran yang mayoritas menggunakan bahan baku dari hasil laut, kami perlu mengambil bagian dalam menjaga kelestarian laut dengan mengembalikan apa yang sudah diambil dari laut, kembali ke laut – From Sea to Sea,” ujar Sonny Kurniawan selaku Direktur PT Sushi Tei Indonesia dalam siaran pers, Minggu (22/9/2019).

Dilanjutkan oleh Sonny Kurniawan, seluruh penghidupan di laut, baik langsung maupun tidak, bergantung pada keutuhan ekosistem terumbu karang dan ekosistem laut lainnya. Terumbu Karang berfungsi sebagai "jaminan" ketersediaan ikan bagi laut.

Artinya, wilayah sekitar Terumbu Karang adalah tempat berkembang biak sebagian besar ikan di laut. Nutrisi masyarakat dunia yang berasal dari protein ikan laut tergantung dari keberadaan terumbu karang. Begitu juga dengan Mangrove yang membentuk tempat perlindungan yang nyaman (tempat bertelur) bagi biota laut, khususnya udang, kepiting dan ikan. Sedangkan Penyu mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat. Laut yang sehat akan menjadi habitat berjuta-juta ikan sebagai sumber protein penting bagi manusia.

“Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini di Pulau Pramuka dapat membantu menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya. Kami persembahkan ini untuk seluruh masyarakat Indonesia agar bermanfaat bagi bangsa dan negara hingga anak cucu kita nanti," lanjut Sonny.

Untuk kegiatan ini, Sushi Tei Indonesia menggandeng Green Edelweiss Foundation (GEF) yang merupakan non-profit organization dan sudah berpengalaman dalam melakukan kegiatan konservasi. Penyerahan sertifikat apresiasi secara simbolis diserahkan oleh  Ayi Subing sebagai Direktur Eksekutif Green Edelweiss Foundation kepada Sonny Kurniawan.



Sumber: BeritaSatu.com