Ketua KPU Sebut 3 Catatan Positif Pemilu 2019

Ketua KPU Sebut 3 Catatan Positif Pemilu 2019
Arief Budiman. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / RSAT Senin, 23 September 2019 | 11:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebutkan tiga catatan positif Pemilu Serentak 2019. Menurut Arief, catatan positif tersebut mulai dari penggunaan anggaran yang efektif dan efisien, sampai demokrasi yang terkonsolidasi.

"Yang pertama kami punya semangat pemilu itu harus efektif dan efisien, maka sebagian besar pengadaan KPU itu dilakukan melalui e-katalog. Bapak-ibu bisa lihat dari total anggaran yang disediakan, KPU mampu melakukan penghematan sampai 40,1%," ujar Arief Budiman saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi Nasional Persiapan Pilkada Serentak 2020 di JCC, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Catatan kedua, kata Arief, partisipasi pemilu serentak 2019 meningkat dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Arief mengungkap pada pemilu pertama era transisi dari Orde Baru menuju era demokrasi pada Tahun 1999, tingkat partisipasi publik sangat tinggi sekitar 92%.

"Setelah itu (pemilu 1999) tren partisipasi terus turun sampai pemilu terakhir 2014, tren partisipasi tidak menurun tapi kita bisa stop dan naik sedikit. Pada Pemilu 2019, partisipasi publiknya naik pesat menjadi 82,15%. Jadi Pilpres 81,97%, Pemilu DPR 81,69%, dan DPD 82,15%," terang Arief Budiman.

Catatan ketiga,  jumlah sengketa pemilu 2019 yang masuk ke Mahkamah Konstitusi dan dikabulkan MK semakin sedikit. Pada Pemilu 2019, kata Arief, sengketa yang masuk ke MK sebanyak 350 sengketa dan yang diregister ke MK hanya 260 perkara dengan 12 sengketa yang dikabulkan MK.

Jumlah tersebut, jauh lebih sedikit dibandingkan sengketa pemilu tahun 2014, yakni 900 sengketa yang masuk ke MK dan diregister MK hanya 808 sengketa dengan 21 sengketa yang dikabulkan MK.

"Ini menunjukan bahwa Pemilu 2019, demokrasi kita sudah makin terkonsolidasi, penyelenggarannya jauh lebih baik sehingga sengketa kurang. Kepercayaan peserta pemilu terhadap penyelenggaraan pemilu makin baik sehingga kalau sudah diselesaikan diproses sebelumya, dia nggak ajukan sengketa. Jadi seluruh stakeholder yang punya peran sadar hal yang sudah baik nggak perlu ada sengketa diajukan," pungkas Arief.



Sumber: BeritaSatu.com