Siswa SLB Diberi Pelatihan Okupasi Terapi

Siswa SLB Diberi Pelatihan Okupasi Terapi
Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) mengadakan pelatihan kepara siswa dan pendidik anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nusantara, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (23/9/2019). (Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani)
Bhakti Hariani / BW Senin, 23 September 2019 | 14:51 WIB

Depok, Beritasatu.com - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) mengadakan pelatihan skill fisioterapi dan okupasi terapi bagi para siswa dan pendidik anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nusantara, Kota Depok, Jawa Barat.

Tim Pengmas memberikan pelatihan kemampuan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus berbasis fisioterapi dan okupasi terapi terkait kemandirian seperti skill memindahkan dari tempat tidur ke kursi roda, skill dalam beraktivitas sehari-hari seperti toileting, mandi, makan memakai baju.

Kegiatan ini melibatkan 70 murid, 15 orang guru dan pengasuh dengan pendamping dokter. Sedangkan tim Pengmas Vokasi UI terdiri dari 30 orang mahasiswa dan empat orang dosen.

Dalam pelaksanaannya, tim Pengmas Vokasi UI juga menggandeng psikolog dari Fakultas Psikologi UI yang memberikan pemahaman tentang aspek psikologis yang perlu diperhatikan dari sisi orang tua, guru, masyarakat dan anak-anak disabilitas dan dokter THT.

Selain itu, tim Pengmas juga menggandeng Akademi Terapi Wicara Jakarta dan Surakarta untuk memberikan screening dan terapi wicara bagi anak-anak disabilitas yang mengalami gangguan makan, menelan, dan wicara lainnya.

Ketua Tim Pengmas Vokasi UI Aditya Denny menuturkan, kemampuan ajar dalam bidang fisioterapi dan okupasi terapi sangat penting untuk dimiliki guru SLB mengingat anak-anak disabilitas memerlukan perhatian khusus baik dalam permasalahan kesehatan, kemandirian beraktivitas dan masalah psikososial.

"Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, maka kami melibatkan dokter, terapi wicara, psikolog serta kelompok mahasiswa dengan melakukan pemeriksaan gangguan fisik, tumbuh kembang dan keluhan kesehatan anak," ujar Aditya di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (23/9/2019).

SLB Nusantara di Kota Depok yang menjadi penerima manfaat program ini telah berdiri sejak 1989 dengan 120 orang murid dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas ini memiliki jenis disabilitas antara lain tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara, tuna netra, down syndrome, autis, cerebral palsy dan keterbelakangan mental.

Kepala SLB Nusantara Sujono menuturkan, pelatihan ini dapat memberi kesan positif yang mendalam bagi anak-anak. Sehingga akan menumbuhkan semangat dalam belajar dan beraktivitas di sekolah.

Para siswa juga diberi kesempatan unjuk kebolehan. Mereka didampingi para mahasiswa Vokasi UI menampilkan aksi senam, marawis, bermain band, menyanyi dan aktivitas hiburan lainnya.

"Kesempatan ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri mereka. Bagi kita mungkin ini biasa, tetapi bagi mereka ini merupakan terapi yang baik untuk tumbuh kembangnya," kata Sujono.

Setelah pelatihan ini nantinya selesai, Aditya Denny memaparkan, akan dilanjutkan dengan beberapa aksi lainnya yaitu rekomendasi pemeriksaan kesehatan ke puskesmas dan rumah sakit, pemberian alat bantu kemandirian dan pelatihan intensif terstruktur bagi para guru dengan pendampingan teknis selama satu bulan melalui program rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) oleh mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan