Siaga Antisipasi Dampak Kabut Asap Melanda Bengkulu

Siaga Antisipasi Dampak Kabut Asap Melanda Bengkulu
Ilustrasi kabut asap. ( Foto: Antara )
Usmin / JEM Senin, 23 September 2019 | 15:02 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pihaknya telah bersiaga mengantisipasi dampak kabut asap yang mulai melanda wilayah daerah ini.

"Dinkes Bengkulu, siapa mengantisipasi dampak kabut asap yang mulai melanda daerah ini, terutama penyakit ISPA. Ketika cuaca Buruk dan udara jelek, termasuk kabut asap masyarakat mudah terkena ISPA," kata Herwan Antoni di Bengkulu, Senin (23/9/2019).

Ia mengatakan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau saat ini, sudah mulai merambah ke Provinsi Bengkulu, sehingga tidak menutup kemungkinan warga Bengkulu, yang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) meningkat dari sebelumnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Bengkulu, telah menyiagakan seluruh puskesmas di masing-masing kabupaten dan kota guna melayani warga yang terkena penyakit ISPA akibat dari kabut asap tersebut.

Herwan mengaku, yang melanda Bengkulu, sekarang ini kemungkinan tidak hanya berasal dari karhutla di daerah ini saja, tapi bisa saja kabut asap tersebut kiriman dari daerah tetangga.

Sebab, karhutla di provinsi tetangga Bengkulu, seperti Sumsel dan Jambi sudah berlangsung cukup lama, dan kini kabut asap di dua provnisi ini semangkit tebal. Bahkan, kabut asap di Jambi menyebabkan seluruh aktivitas masyarakat terganggu, termasuk sekolah di daerah ini di liburkan.

Namun, kabut asap yang melanda Bengkulu, tidak separah di Sumsel dan Jambi, tapi jajaran Dinkes tetap bersiaga mengantisipasi dampak dari asap tersebut, terhadap kesehatan masyarakat.

"Kita sudah mengintruksikan puskesmas yang ada di Bengkulu, agar terus memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya wilayah kerja puskesmas bersangkutan. Jika ada warga yang terkena ISPA akibat kabut asap langsung ditangani sampai sembuh," ujarnya.

Mantan Kadiskes Kota Bengkulu ini mengakui, sejak kabut asap melanda Bengkulu, kasus ISPA terjadi peningkatan, tapi peningkatanya belum signikan. Moyoritas warga yang datang berobat ke puskesmas terkena batuk dan pilek.

"Sekarang memang ada peningkatan kasus ISPA, tetapi peningkatan kasusnya belum signifikan, tetapi sudah ada peningkatan masyarakat yang datang ke puskesmas untuk berobat karena batuk dan pilek. Mereka ini disinyalir sudah terkena dampak kabut asap melanda daerah ini," ujarnya.

Ketika ditanya jumlah penderita ISPA di Bengkulu, Herwan mengatakan, pihaknya masih meminta data dari puskesmas dan RSUD di 10 kabupaten dan kota. "Yang jelas, kasus ISPA di beberapa kabupaten dan kota sejak kabupat asap melanda Bengkulu, terjadi peningkatan dari biasanya," ujarnya.

Kadiskes Bengkulu menambahkan, jumlah fasilitas kesehatan di Bengkulu, saat ini tercatat 23 RSUD, dan 198 puskesmas. Fasilitas kesehatan ini tersebar di 10 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bengkulu.



Sumber: Suara Pembaruan