Diserang Massa, Satu Prajurit TNI Meninggal

Diserang Massa, Satu Prajurit TNI Meninggal
Ilustrasi demo Papua. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / YUD Senin, 23 September 2019 | 15:46 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi unjukrasa di Papua, Senin (23/9/2019). Namun dalam aksinya, masa yang mengaku mahasiswa itu menyerang aparat. Akibatnya, seorang prajurit Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli yang sedang melaksanakan tugas BKO Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan tewas dibacok massa AMP.

“Sekitar pukul 11.00 WIT, setibanya di daerah Expo Waena, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang. Bahkan massa AMP berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto melalui keterangan pers yang diterima, Senin (23/9/2019) siang.

Ia menjelaskan sebelumnya massa AMP ini melakukan demonstrasi di depan Auditorium Universitas Cenderawasih. Mereka menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua. Namun aksi tersebut tidak mendapat izin baik dari Polda Papua maupun dari pihak Rektorat Uncen. Massa AMP kemudian difasilitasi petugas kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bus umum. Mereka dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.

“Almarhum Praka Zulkifli sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan. Tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

Dia menegaskan Zulkifli mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang. Korban sempat dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan.

“Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia. Rencana pemakaman akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban,” tutup Eko.



Sumber: Suara Pembaruan