Pemerintah Gagal Atasi Asap, Penderita ISPA Meningkat

Pemerintah Gagal Atasi Asap, Penderita ISPA Meningkat
Ilustrasi kabut asap. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Senin, 23 September 2019 | 16:21 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus meningkat akibat pekatnya kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, jumlah penderita ISPA di wilayah Kalbar terus meningkat signifikan.

"Untuk kasus ISPA di Kalimantan Barat pada minggu ke 38 berjumlah 9.458 kasus, jumlahnya meningkat dari minggu sebelumnya sebanyak 7.826 kasus, minggu ke 36 berjumlah 6.959 kasus," kata Harisson di kantornya, Pontianak, Senin (23/9/2019).

"Dengan hujan yang akan turun nanti kita harapkan asap di Kalimantan Barat ini akan berkurang, sehingga minggu depan kita semua berharap bahwa kasus ISPA ini akan berkurang," imbuh Harisson.

Dinas Kesehatan Kalbar mengklaim telah menyiagakan 21.696 tenaga kesehatan. Mereka tersebar di Puskesmas, rumah sakit, dan pos kesehatan. Puskesmas yang disiagakan sebanyak 244 unit dan rumah sakit yang disiagakan sebanyak 48 unit.

Dinkes Kalbar juga menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 yang sementara ini ada di Kabupaten Sambas. Ruang aman asap juga disediakan bagi masyarakat, ada 7 ruang tanpa asap di Kota Pontianak yang dilengkapi dengan AC dan air purifier, serta mendirikan rumah oksigen.

Berdasarkan laporan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, jumlah penderita ISPA dari tanggal 1 sampai 19 September 2019 mencapai 29.360 orang. Jumlah penderita diperkirakan terus bertambah seiring belum redanya karhutla.



Sumber: BeritaSatu TV