Daerah Terdampak Karhutla, BMKG Deteksi Potensi Awan Hujan

Daerah Terdampak Karhutla, BMKG Deteksi Potensi Awan Hujan
Ilustrasi cuaca buruk. ( Foto: Antara )
/ YUD Senin, 23 September 2019 | 16:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya potensi awan hujan di beberapa wilayah Tanah Air termasuk daerah-daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Hujan mulai terdeteksi di Kalimantan Barat di antaranya Kabupaten Melawi, Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya. Bahkan, keberadaan awan hujan diperkirakan akan meluas pada Selasa (24/9/2019) sehingga diharapkan mampu menambah luas area hujan," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta, Senin (23/9/2019).

"Ada daerah-daerah potensi awan hujan. Tentunya ini terlihat dari pergerakan angin," kata dia.

Ia menjelaskan potensi terbentuknya awan hujan terlihat dari perubahan arah gerak angin. Apalagi, per pukul 11.00 WIB pada Senin, angin datang dari arah barat menuju ke Sumatera.

Di tambah lagi, Pulau Sumatera bagian utara khususnya Aceh sudah diguyur hujan yang cukup deras. Bahkan, Aceh Selatan mengalami banjir pada Minggu (22/9).

Terkait kualitas udara di kawasan terdampak karhutla, Pelaksana tugas (Plt) Kepala pusat data informasi dan hubungan masyarakat (Kapusdatimnas) BNPB Agus Wibowo menambahkan instansi tersebut sudah membantu dengan membuat hujan buatan di sejumlah titik termasuk Palangkaraya, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

"Berdasarkan prediksi BMKG memang ada potensi awan hujan, namun kami tetap bantu dengan hujan buatan," ujar dia.

Hal itu disebabkan, kata dia, walaupun hujan turun di daerah terdampak karhutla, namun kualitas udara masih terpapar asap akibat pergerakan angin.

Contohnya, jika hujan sudah turun di Riau, namun pergerakan angin dari Sumatera Selatan dan Jambi tetap terjadi menuju Riau, tentu kualitas udara tidak mengalami perubahan berarti.

"Jadi kami terus upayakan bantuan hujan buatan, walaupun memang untuk bagian Sumatera masih sedikit sekali," kata dia.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan agar pergerakan awan dapat dipercepat untuk menurunkan hujan. Sehingga, dampak asap dapat terus diminimalisir dan teratasi secepatnya.



Sumber: ANTARA