Akhir 2019, Program Samsung Indonesia Cerdas Targetkan 100 Sekolah

Akhir 2019, Program Samsung Indonesia Cerdas Targetkan 100 Sekolah
Psikolog dan Pendidik Najelaa Shihab (kanan, duduk) dan Vice President PT Samsung Electronics Indonesia KangHyun Lee (tengah, duduk) melakukan simulasi di both Samsung Smart Learning Class (SSLC), usai penandatanganan kesepakatan "Samsung Indonesia Cerdas" di kantor Kemendikbud, Senin (23/9). SSLC merupakan satu ruang kelas berbasis ICT (Information and Communication Technology) yang hadir untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar. ( Foto: Samsung Electronics Indonesia / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 23 September 2019 | 19:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- PT Samsung Electronics Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) menandatangani kesepakatan “Samsung Indonesia Cerdas”, di Jakarta, Senin (23/9). Program yang menyasar peningkatan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik ini menargetkan 100 sekolah hingga akhir tahun 2019.

“Kami mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membangun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mendorong kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik dan sesuai dengan generasi zaman sekarang, yaitu para digital native,” papar President, PT. Samsung Electronics Indonesia JaeHoon Kwon.

JaeHoon Kwon, mengatakan Samsung senang dapat memperkuat kemitraan dengan Kemendikbud sehingga dapat memberikan dukungan yang lebih strategis. Samsung berharap kemitraan dengan pemerintah ini dapat membuka kesempatan yang lebih luas agar lebih banyak sekolah, guru, maupun murid.

“Samsung punya tiga macam untuk dukung pendidikan di Indonesia. Mulai dari Samsung Smart Learning Class (SSLC), Samsung Tech Institute (STI) dan Samsung Innovation Center. Saat ini, ada 69 sekolah, tapi sampai akhir tahun ini, kami rencanakan tambah hingga 100 sekolah,” timpal Vice President of PT Samsung Electronics Indonesia KangHyun Lee.

Program untuk pendidikan di bawah Citizenship Samsung telah dimulai secara intensif sejak tahun 2013, di antaranya adalah program Samsung Tech Institute (STI) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang meliputi penyelarasan kurikulum serta pelatihan guru, dan program Samsung Smart Learning Class (SSLC), yang memperkenalkan fasilitas kelas pintar berbasis teknologi di sekolah. Hingga kini, ada 69 SMK yang telah mengadopsi program STI dan 8 SMA,1 SD, 1 SMP, dan IGI yang telah memiliki fasilitas SSLC dan akses pembelajaran digital.

“Kami ingin dunia industri semakin ikut terlibat dalam dunia pendidikan, terutama SMK. Karena SMK yang tidak punya pasangan industri, belum lengkap jadi SMK. Kita harus siapkan mereka terjun ke dunia industri atau dunia usaha, tapi mereka perlu belajar dari patronya, dari komunitas, dan masyarakat mengenai apa yang diperlukan,” papar Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi.

Menurut Didik, kemitraan strategis publik dan swasta menjadi salah satu fokus Kemendikbud saat ini. Pemerintah menyambut baik kemitraan dengan Samsung melalui program Samsung Indonesia Cerdas, karena dengan dukungan pihak swasta seperti inilah, kualitas pendidikan di Indonesia dapat lebih maksimal peningkatannya.

“Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, dan membantu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan