Tol Layang Jakarta-Cikampek II Kurangi Kepadatan Hingga 50%

Tol Layang Jakarta-Cikampek II Kurangi Kepadatan Hingga 50%
Tol Layang Jakarta-Cikampek II segera dioperasikan untuk mendukung arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ( Foto: Jasa Marga )
Mikael Niman / BW Senin, 23 September 2019 | 23:25 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur, menjelaskan target lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Tol Layang Jakarta-Cikampek II, dapat mengurangi 40-50% kepadatan lalu lintas (lalin) di tol eksisting, Jakarta-Cikampek. Saat ini, rata-rata lalu lintas kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek mencapai 70.000 kendaraan per hari.

"Dengan LHR 70.000 kendaraan, kami targetkan ada distribusi sekitar 40-50% dari angka tersebut yang akan naik ke jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated," ujar Subakti Syukur, Senin (23/9/2019).

Dia mengatakan, pihaknya masih membahas terkait sistem pengoperasian dengan pemerintah pusat. ‎"Ini yang sedang intens kami bahas dengan pemerintah terkait dengan sistem pengoperasiannya," katanya.

Selain itu, kata Subakti, sistem tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II akan terintegrasi dengan dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

"Kami usulkan sistem tarif terintegrasi, agar masyarakat dapat mudah memilih sesuai kebutuhan mau lewat atas atau lewat bawah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, didampingi oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengunjungi proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Minggu (22‎/9/2019). Tol layang itu ditergetkan segera beroperasi dalam beberapa waktu ke depan.

Budi Karya menggarisbawahi pengoperasian jalan tol yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia ini diharapkan dapat mempercepat perjalanan Jakarta-Bandung.

"Untuk itu, harus dipersiapkan strategi agar distribusi pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek bisa merata lewat di atas dan di bawah," kata Budi Karya Sumadi.

Dia menambahkan, jika pekerjaan konstruksi sudah selesai maka pekerjaan yang mengganggu perjalanan pun sudah tidak ada. "Jadi asumsi kita paling tidak 30 menit sampai dengan 1 jam, bisa bertambah lebih cepat," tuturnya.

Selain itu, Budi Karya juga mengimbau agar keamanan pengguna jalan diperhatikan lebih serius karena Tol Layang Jakarta-Cikampek II, berada di ketinggian 6 meter di atas jalan tol di bawahnya.

"Persiapkan skenario apa pun yang mungkin terjadi di atas jalan tol ini sehingga ketika beroperasi kita sudah siap dengan antisipasi tindak lanjutnya," tuturnya.

Dia mengungkapkan, jalan tol sepanjang lebih dari 36 kilometer ini tidak memiliki tempat istirahat, walaupun memang sudah disiapkan beberapa mitigasi risiko oleh operator jalan tol.

‎Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Direktur PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono, selaku operator Tol Jakarta-Cikampek II Elevated menjelaskan nantinya akan ada delapan titik emergency opening yang dilengkapi dengan tangga darurat untuk mengakomodasi kebutuhan darurat pengguna jalan.

"Kami siapkan delapan titik emergency opening dan tangga darurat. Setelah itu, kami juga masih akan melengkapinya dengan membangun empat emergency bay (parking bay untuk keadaan darurat) serta dua emergency exit," ujar Djoko.

Pintu Tol Terintegrasi

Kemungkinan pintu tol layang ini terintegrasi dengan tol lain, yang berada di Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Sehingga di Karawang Barat, tidak dibangun pintu tol baru, cukup terintegrasi dengan pintu tol eksisting. Pintu tol itu akan menjadi akses masuk kendaraan yang menuju ke Jakarta melalui Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Sedangkan, pintu tol baru akan dibangun di wilayah Cikunir, Kota Bekasi. Pintu tol ini akan menjadi akses masuk kendaraan menuju ke Karawang Barat, Jawa Barat.

"Rencananya seperti itu, pintu tol yang baru akan dibangun di Cikunir, sedangkan pintu tol di Karawang Barat, akan terintegrasi dengan pintu tol eksisting," kata Pimpinan Proyek Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), Suchandra Hutabarat.

Meski begitu, kata dia, keberadaan pintu Tol Layang Jakarta-Cikampek II‎ masih dalam kajian semua pihak. Khusus pintu tol di Cikunir, rencana dibangun dua gardu tol, sesuai dengan jumlah lajur di jalur A yakni hanya dua lajur. "Akan disesuaikan dengan jumlah lajur," tuturnya.

Tol layang yang membentang dari Cikunir, Kota Bekasi hingga Karawang Barat, Kabupaten Karawang (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500) masih dalam pengerjaan konstruksi akhir. Akhir September ini, semua pengerjaan konstruksi diharapkan selesai sehingga tahapan selanjutnya dilakukan uji beban, uji layak operasi dan sebagainya.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II ditargetkan dapat digunakan secara fungsional pada akhir tahun untuk mendukung ‎pelaksanaan arus mudik libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II merupakan ruas tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat (KM 9+500 hingga KM 47+500). Jalan tol ini berfungsi untuk menambah kapasitas Tol Jakarta-Cikampek eksisting yang saat ini kerap mengalami kepadatan.‎



Sumber: Suara Pembaruan