Hingga Akhir Tahun, Bulog Siapkan 500 Ribu Ton Beras untuk KPSH

Hingga Akhir Tahun, Bulog Siapkan 500 Ribu Ton Beras untuk KPSH
Dirut Bulog Budi Waseso melepas Operasi Pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (OP KPSH) di halaman belakang kantor Bulog, Selasa (24/9/2019) pagi. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Selasa, 24 September 2019 | 08:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perum Bulog akan menggelontorkan 500.000 ton beras untuk pelaksanaan Operasi Pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (OP KPSH) hingga akhir Desember 2019.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso saat melepas puluhan truk OP KPSH untuk 20 titik pasar di Jakarta yang akan berlangsung 24-26 September 2019 di halaman belakang Kantor Pusat Bulog, Selasa (24/9/2019) pagi.

"Operasi pasar ini kita laksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk stabilisasi harga mengantisipasi kekeringan serta kenaikan harga dasar gabah kering giling di tingkat petani yang mengalami kenaikan dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000-5.500," ujar Budi Waseso kepada Beritasatu.com.

Dikatakannya untuk operasi pasar di Jakarta dan sekitarnya digelontorkan 2.000 ton beras setiap hari, sedangkan untuk nasional mencapai 15.000 ton per hari. Sedangkan untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), pihaknya menyiapkan 700.000 ton hingga akhir 2019.

"Sebanyak 1,2 juta ton kami siapkan, tetapi kami punya stok 1,3 juta ton. Untuk penyerapan rata-rata per hari 3.000 ton. Kita jaga agar harga beras medium tetap di angka Rp 9.000/kg. Untuk daerah yang masih panen raya saat ini ada di Lampung dan Sulawesi," tuturnya.

Manajemen Bulog, ujar Buwas, akan menugaskan seluruh karyawan, mulai dari kepala divisi dan divre di daerah untuk turun langsung dalam OP KPSH dalam mengantisipasi gejolak harga khususnya kenaikan harga beras.

"Program OP KPSH ini untuk menunjukkan Bulog selalu hadir di saat masyarakat yang membutuhkan. Realisasi penjualan operasi ini mencapai 333.401 ton dengan harapan realisasi penjualan kita harapkan meningkat sampai akhir tahun," tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan