Samsung Innovation Campus Akan Integrasikan AI dan IoT

Samsung Innovation Campus Akan Integrasikan AI dan IoT
Vice President Samsung Electronics Indonesia KangHyun Lee (ketiga dari kiri) berbicara dalam talk show peluncuran Samsung Indonesia Cerdas didampingi Psikolog dan Pendidik Najelaa Shihab (kedua dari kiri), Kepala Sub Bidang Aplikasi dan Perancangan - Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemendikbud Hendriawan Widiatmoko (kanan) di Jakarta, Senin (23/9/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Unggul Wirawan )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 24 September 2019 | 10:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Samsung Electronics Indonesia akan terus melanjutkan pengembangan program “Samsung Indonesia Cerdas” dengan Samsung Innovation Campus. Dibentuk sebelum akhir 2019, tahapan Samsung Innovation Campus (SIC) akan mengintegrasikan pemrograman Artificial Intelligence (AI) dan pembelajaran Internet of Things (IoT) untuk lulusan sekolah kejuruan.

“Samsung punya tiga macam untuk dukung pendidikan di Indonesia. Mulai dari Samsung Smart Learning Class (SSLC), Samsung Tech Institute (STI) dan Samsung Innovation Campus (SIC). Saat ini, ada 69 sekolah, tapi sampai akhir tahun ini, kami rencanakan tambah hingga 100 sekolah,” ujar Vice President of PT Samsung Electronics Indonesia KangHyun Lee, saat peluncuran Program Samsung Indonesia Cerdas di Jakarta, Senin (23/9).

Menurut Lee, program SIC yang segera dijalankan sebelum akhir tahun 2019, akan memberikan serangkaian pelatihan kepada sejumlah sekolah pilihan yang telah menjalankan program STI dan menunjukkan hasil yang baik dari penerapan kurikulum STI di sekolahnya.

Lee menambahkan sejumlah kurikulum akan disusun oleh insinyur-insinyur di Indonesia. Mereka akan bekerja sama untuk meningkatkan sumber daya manusia yakni guru dan murid. Hingga ini, Samsung juga sudah mengajarkan pemanfaatan gawai pada lebih dari 50.000 guru di Indonesia.

Dikatakan, sebagai program lanjutan, SIC juga bertujuan menciptakan kemampuan kerja dan membuka kesempatan, terutama bagi lulusan sekolah kejuruan, untuk terlibat dalam bisnis berbasis Big Data (Big Data Business). Para lulusan diharapkan mampu mendapatkan penghasilan melalui kontribusi materi pengumpulan data yang akan diproses oleh mesin pembelajaran, sehingga hasilnya dapat digunakan dalam teknologi AI.

Lewat SIC ini, sekolah terpilih akan menjalankan kurikulum khusus programming yang di dalamnya termasuk Coding, AI, dan IoT Learning. Pembelajaran ini bertujuan menyiapkan para siswa untuk mempelajari perangkat lunak dan mendorong mereka menggunakan logika dalam pembelajaran.

Samsung juga menciptakan cara agar para lulusan sekolah kejuruan bisa memahami Big Data Bussiness sehingga memiliki kemampuan mendapatkan pekerjaan yang sesuai ilmu yang telah mereka pelajari. Para lulusan bisa menjadi pekerja lepas (freelancer) atau bekerja pada perusahaan rintisan (startup).



Sumber: Suara Pembaruan